Memotivasi Teamwork Tidaklah Sulit !

Bisa jadi kemampuan memotivasi tim proyek adalah salah satu kompetensi yang paling penting. Mengapa? karena Proyek yang berhasil adalah proyek dengan tim yang efektif. Sedangkan tim perlu motivasi yang kuat untuk bermetamorfosis menjadi tim yang efektif. Anda merasa sulit untuk menggerakkan tim proyek? Mudah-mudahan sekarang tidak lagi.

Kita coba urut-urutkan secara sederhana kenapa project manager sering mengalami kegagalan dalam pertanyaan dan jawaban yang praktis berikut ini:

  • Kenapa proyek gagal? Karena Target tidak tercapai
  • Kenapa target tidak tercapai? Karena program tidak berjalan dengan baik
  • Kenapa program tidak berjalan dengan baik? Karena project manager gagal mengendalikan tim proyeknya
  • Kenapa project manager gagal mengendalikan timnya? Karena timnya belum menjadi tim yang efektif
  • Kenapa tim proyek tidak efektif? Karena tidak termotivasi menjadi tim yang efektif

Simple kan? Jelas sekarang bahwa memotivasi anggota tim proyek adalah hal yang penting dalam mencapai kesuksesan proyek dan menjadi salah satu skill yang harus dimiliki oleh project manager.

Banyak sekali pengalaman menunjukkan minimnya pengetahuan dalam memotivasi anggota tim proyek. Menurut saya hal tersebutlah menyebabkan kenapa begitu sulit untuk memotivasi anggota tim proyek. Motivasi dilakukan tanpa pengetahuan yang memadai. Ternyata untuk memotivasi perlu pengetahuan dan cara yang baik. Ada contoh dimana seorang project manager menempelkan foto-foto dan kalimat motivasi di dinding ruang kerja (rasanya cukup banyak yang melakukan ini tidak hanya di proyek) tanpa melakukan hal yang lain. Menurut Anda apakah ini mampu untuk memotivasi anggota tim proyek yang memiliki kemampuan yang cukup tinggi?

Gambar yang dijadikan alat untuk memotivasi dan ditempel di dinding ruang kerja

Sebenarnya tidak sulit untuk memotivasi anggota tim proyek jika kita tahu cara yang terbaik dalam melakukannya. Untuk itulah saya tulis hasil penelusuran referensi yang mudah-mudahan membantu dalam memotivasi anggota tim proyek. Untuk melengkapi pemahaman Anda tentang tim yang efektif, dapat dilihat mengenai ciri-ciri tim yang efektif. Setidaknya ada delapan cara untuk memotivasi anggota tim yang didapat. Berikut adalah ulasannya.

 

Mengakui Perbedaan Individu

Hampir setiap teori motivasi kontemporer mengakui bahwa para karyawan itu tidaklah sama rata. Mereka mempunyai kebutuhan, sikap, kepribadian, dan variabel individu penting lain yang berbeda-beda. Sehingga motivasi ke satu anggota tim berbeda dengan yang lain. Perlu diketahui motivasi masing-masing anggota tim proyek terlebih dulu sebelum melakukan motivasi.

Tim proyek umumnya terdiri atas beberapa level jabatan, pendidikan, bidang keahlian, budaya yang menentukan karakter. Bisa dikatakan hampir tiap anggota adalah berbeda dengan yang lain. Ini perlu dipahami dalam memotivasi mereka.

 

Mencocokkan orang dengan pekerjaan

Ada banyak bukti yang memperlihatkan manfaat di bidang motivasi dari usaha mencocokkan dengan seksama orang dengan pekerjaannya. Cocokkanlah perbedaan individu tersebut dengan pekerjaan dan lingkup serta tantangan tugasnya. Kita tidak dapat memberikan suatu pekerjaan yang penuh tantangan kepada anggota yang motivasinya bukan pada tantangan tanggung jawab. Walaupun demikian, usaha untuk meningkatkan kemampuan anggota perlu juga dilakukan tapi dengan hati-hati memberikan tanggung jawab yang lebih.

 

Gunakan sasaran

Harus dipastikan bahwa para anggota mempunyai sasaran spesifik yang tegas serta umpan balik mengenai apa yang sebaiknya mereka lakukan guna mengejar sasaran itu. Cara menetapkan sasaran adalah situasional atau tergantung karakter dan budaya tim.

Ada kalanya tim bereaksi cukup keras atas penetapan sasaran yang otoriter. Ada juga yang tidak. Tergantung karakter budaya tim yang terbentuk.

 

Pastikan bahwa sasaran dapat dicapai

Para project manager harus menjamin agar para karyawan merasa yakin bahwa usaha yang dilakukan dapat menghasilkan pencapaian sasaran kinerja. Jika tidak maka anggota tim akan berfikir “kenapa harus selelah ini?”.

Dalam hal ini, project manager perlu untuk menunjukkan betapa sebenarnya cara untuk mencapai target atau sasaran itu tidaklah sulit dan masih terjangkau oleh kemampuan tim proyek.

 

Individualisasi imbalan

Project manager harus menggunakan pengetahuan mereka mengenai perbedaan karyawan untuk mengindividualisasikan imbalan yang dapat mereka kendalikan seperti upah, kenaikan pangkat, pengakuan, penugasan kerja yang diinginkan, otonomi, dan partisipasi. Hal ini dikarenakan satu satu kalimat bahwa tiap orang adalah unik dalam hal kebutuhan dan motivasi.

Tak dapat dipungkiri bahwa umumnya anggota tim proyek merasa berhak atas keberhasilan proyek. Usahakan untuk mempersiapkan sejumlah imbalan untuk mereka dan dikomunikasikan agar terjadi keterbukaan sehingga anggota tim percaya.

 

Kaitkan imbalan dengan kinerja

Para project manager harus mengkomunikasikan kepada tim bahwa imbalan yang akan didapat adalah tergantung dari kinerja mereka. Imbalan yang dapat diberikan seperti insentif tunjangan dan jabatan haruslah atas pencapaian khusus kinerja masing-masing anggota tim. Pemberian imbalan haruslah terlihat jelas bagi anggota tim. Kadang pemberian imbalan merupakan suatu hal yang sementara. Sehingga perlu pula diimbangi dengan pemahaman anggota bahwa akan didapat kualitas yang lebih baik jika tantangan proyek dapat dilewati dengan baik.

Mengaitkan imbalan dengan kinerja memang bukanlah hal yang gampang. Tapi dengan melakukan pendekatan-pendekatan, hal terebut dapat dibuat lebih mudah. Usahakan agar hal ini melingkupi seluruh anggota tim tak peduli dia site manager atau staf bahkan office boy. Karena tiapp anggota tim ibarat mata rantai dalam proyek.

 

Periksa kesetaraan pada sistem

Anggota tim haruslah diyakinkan bahwa imbalan atau hasil itu setara dengan input yang dia berikan. Kesetaraan ini berbeda pada anggota tim. Artinya bukan pukul rata. Harus dibuat kriteria-kriteria tertentu dalam memberikan imbalan kepada anggota tim yang memiliki perbedaan dalam hal kemampuan, jabatan, dan lain-lain.

 

Jangan mengabaikan uang

Walaupun memotivasi dapat menggunakan unsur lain selain uang, tapi alasan utama dalam bekerja adalah uang. Ini menjadi faktor yang paling penting yang harus dipertimbangkan dalam memberikan imbalan. Beberapa orang, mungkin uang bukanlah segalanya. Imbalan dapat saja berupa unsur yang lain. Tapi pada dasarnya uang adalah alasan pertama kenapa orang bekerja. Namun, sekali lagi perlu diperhatikan bahwa uang adalah motivasi yang paling rendah yang pada banyak literatur lain bersifat sementara. Harus dicari unsur motivasi lain yang bersifat tidak temporer seperti tambahan pengetahuan, pencapaian jati diri, penghormatan, pengakuan kemampuan, dan lain-lain.

 

(Untuk berdiskusi dan konsultasi terkait permasalahan Project Management yang sedang dihadapi, silahkan klik – Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul posting, silahkan klik – Table of Content.)
Did you like this? Share it:
This entry was posted in Leadership & Project Manager and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>