Apa Itu Project Complexity ?

Proyek Konstruksi selalu kompleks dan semakin lama akan semakin kompleks. Proyek Konstruksi bisa jadi adalah industri yang paling kompleks. Untuk itu, memahami dan bagaimana kompleksitas proyek dapat dikelola adalah suatu hal yang sangat penting. Namun di sisi yang lain, konsep kompleksitas proyek belumlah memadai walaupun telah tersebar luas dalam literatur Manajemen Proyek.

Dikarenakan proyek adalah unik, maka karakter proyek tertentu dalam kaitannya dengan kompleksitas proyek akan menentukan langkah strategis manajerial yang tepat yang diperlukan dalam rangka mencapai kesuksesan proyek. Atas dasar tersebut, memahami kompleksitas proyek adalah suatu hal yang penting bagi para pelaku proyek terutama proyek konstruksi.

Proyek besar yang memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi

Dalam memahami kompleksitas proyek, ada baiknya kita perhatikan makna kompleksitas berdasarkan kamus. Ada dua dimensi dasar kompleksitas yang relevan untuk proyek yaitu:

  1. Terdiri atas banyak bagian yang berbeda yang saling berhubungan. Kompleksitas proyek dioperasikan dalam konteks perbedaan baik julah maupun variasi elemen. Contoh tugas, tenaga ahli, komponen dan ketergantungan atau keterhubungan yaitu tingkat terhubungnya antara elemen-elemen tersebut.
  2. Complicated, kerumitan, keterlibatan. Kompleksitas dapat bermakna sangat banyak.

Bagan yang terdiri atas begitu banyak bagian dan ketergantungan

Kompleksitas proyek dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang terdiri atas begitu banyak bagian yang bermacam-macam yang saling berhubungan dan dapat dioperasikan dalam konteks perbedaan dan saling ketergantungan. Definisi ini dapat berlaku pada berbagai dimensi proyek yang relevan terhadap proses manajemen proyek seperti organisasi, teknologi, lingkungan, informasi, pengambilan keputusan dan sistem.

 

Kompleksitas Keorganisasian

Fungsi suatu struktur organisasi proyek termasuk definisi hubungan dalam hal komunikasi dan pelaporan, alokasi tanggung jawab dan kekuasaan pengambilan keputusan, alokasi tugas, dan lainnya. Proyek konstruksi umumnya melibatkan beberapa organisasi yaitu owner, konsultan, dan kontraktor pada suatu periode waktu yang terbatas. Hal ini mengakibatkan terbentuknya struktur multi-organisasi yang bersifat temporer untuk mengelola proyek konstruksi. Ada dua jenis kompleksitas organisasi yaitu differensiasi dan saling ketergantungan.

Differensiasi kompleksitas organisasi memiliki dua dimensi yaitu :

  1. Differensiasi Vertikal. Ini terkait dengan struktur hierarki organisasi sebagai contoh jumlah tingkat level organisasi.
  2. Differensiasi Horizontal. Dapat didefinisikan dalam dua hal yaitu:
    • Unit organisasi, contohnya adalah jumlah departemen, jumlah grup.
    • Struktur tugas, yang merupakan pembagian tugas.

Kompleksitas organisasi berdasarkan saling ketergantungan. Hal ini dapat dijelaskan bahwa antara level dan unit organisasi saling tergantung satu dengan yang lainnya dalam rangka menyelesaikan tugas. Sebagai contoh divisi Operasional membutuhkan gambar shop drawing yang dikerjakan oleh divisi Engineering. Contoh lainnya adalah Divisi Administrasi membutuhkan data dari Lapangan maupun Engineering mengenai pembayaran.

Kompleksitas organisasi dan tugas beserta hubungannya

Kompleksitas Teknology

Teknologi dapat didefinisikan sebagai proses transformasi yang mengkonversi masukan menjadi keluaran. Proses ini melibatkan penggunaan material, alat, teknik, pengetahuan, dan keahlian. Teknologi dibagi menjadi tiga segi yaitu operasi, karakteristik material, dan karakteristik pengetahuan.

Teknologi merupakan suatu multi-dimensi konsep dan dapat dikategorikan dalam dua jenis yaitu ketidakpastian (uncertainty) dan Kompleksitas (Complexity). Kompleksitas teknologi pun dapat dikaji dalam hal differensiasi dan saling ketergantungan.

Kompleksitas teknologi dalam hal differensiasi menunjuk pada bermacam-macamnya aspek dan tugas seperti:

  • Jumlah dan diversifikasi masukan dan keluaran
  • Jumlah tindakan yang berbeda untuk memproduksi hasil akhir suatu proyek
  • Jumlah keahlian seperti subkontraktor dan supplier yang terlibat di proyek.

Kompleksitas teknologi dalam hal saling ketergantungan melingkupi saling ketergantungan antara tugas-tugas, dalam jaringan tugas-tugas, antara tim, antara teknologi yang berbeda dan antara masukan

 

Kesimpulan

Proyek memiliki karakteristik yang kritis yang menentukan tindakan yang tepat untuk mengelolanya dengan sukses. Diusulkan bahwa project complexity (organisasional, teknologi dan informasi, dan sebagainya) sebagai suatu dimensi proyek. Diusulkan pula bahwa project complexity dapat diartikan dan diukur dalam hal differensiasi dan saling ketergantungan. Pemetaan dan pengukuran tingkat kompleksitas proyek akan berguna untuk mencapai kesuksesan proyek. Konsekuensi atas kompleksitas proyek itu sendiri adalah integrasi koordinasi, komunikasi, dan kendali proyek.

Suatu contoh pengukuran tingkat kompleksitas proyek

(resume jurnal “The concept of project complexity : D. Baccarini, Curtin University of Technology,1987, Western Australia)

 

(Untuk berdiskusi dan konsultasi terkait permasalahan Project Management yang sedang dihadapi, silahkan klik – Konsultasi Untuk melihat lengkap seluruh judul posting, silahkan klik – Table of Content.)
Did you like this? Share it:
This entry was posted in Manajemen Proyek and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>