Cara Mengatasi Kelangkaan Semen

Semen langka dan langka (lagi)…Kenapa semen sering menghilang di pasar? Apakah semua produsen semen mengalami penurunan produksi secara bersamaan tanpa disengaja? Kenapa menghilangnya semen selalu terjadi pada bulan-bulan tertentu? Kenapa kejadian ini selalu terjadi setiap tahun? Pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab hingga saat ini.

Semen sangat vital bagi proyek konstruksi. Sebagai bahan baku untuk pekerjaan struktur maupun artistektur. Pemakaian material semen sangat tinggi di proyek. Bisa jadi semen adalah nyawanya proyek. Ketiadaan semen di pasaran jelas akan sangat menghambat proyek hingga bisa menyebabkan proyek terhenti. Belum lagi dampak pada harga. Semen bisa naik lebih dari 20-35% pada saat sedang langka.

Kartel!…yah rasanya cukup menjawab beberapa pertanyaan di atas. Pada beberapa waktu yang lalu, ada berita yang menyebutkan bahwa KPPU mencurigai praktik Kartel dalam produksi dan distribusi semen. Tapi kok tiap tahun selalu terjadi? Pemerintah kenapa tidak bertindak dalam rangka mengamankan pembangunan proyek? Tetap belum terjawab juga…

Hanya bertanya saja tidak akan menyelesaikan masalah. Masih ada yang bisa dilakukan dalam rangka mengantisipasi terjadinya kelangkaan semen. Saya share beberapa upaya yang telah dilakukan pada saat semen langka. Pada dasarnya belum ada langkah yang benar-benar jitu dalam mengatasi kelangkaan semen. Tapi setidaknya ada upaya untuk menekan dampak atas kelangkaan semen tersebut. Beberapa langkah yang diusulkan adalah sebagai berikut:

  1. Membuat persediaan semen yang lebih banyak di gudang. Jika kapasitas stok gudang adalah sekitar 1000 zak, maka tingkatkan kapasitasnya menjadi 2000 zak misalnya. Langkah ini harus disertai dengan langkah lain yang menjamin semen akan cukup tahan lama disimpan karena semen yang berada pada kelembaban tinggi atau bersentuhan dengan air akan bereaksi secara kimia. Langkah ini akan menekan dampak kelangkaan semen karena dengan meningkatkan stok maka proyek akan punya waktu lebih lama untuk mencari semen di tempat lain.
  2. Melakukan trial mix dengan menggunakan semen jenis lain (selain type PC) dan dengan semua merk semen. Di pasaran kadang-kadang type PC menghilang tapi jenis lain seperti PCC masih ada. Bisa juga beberapa merk hilang tapi merk yang lain masih ada. Sehingga untuk mengantisipasi kelangkaan semen pada saat pekerjaan struktur, dapat dilakukan trial mix di awal proyek dengan menggunakan semua merk dan jenis semen agar dapat mengantisipasi kelangkaan semen type PC. Berdasarkan referensi dan hasil uji di lapangan, semen PCC dapat digunakan untuk pekerjaan struktur.
  3. Membuat kerja sama langsung dengan produsen semen. Maksudnya melakukan pembelian dengan produsen semen, tidak lagi dengan distributor. Langkah ini sering dilakukan tapi kurang berhasil karena produsen sudah terikat dengan distributor.
  4. Dalam perencanaan schedule, harus didata tingkat pemakaian semen atau beton dalam skala waktu tertentu. Misalnya tingkat kebutuhan semen tiap minggu berdasarkan Schedule pelaksanaan. Berdasarkan data tersebut diketahui range waktu dimana tingkat pemakaian semen atau beton yang tinggi. Schedule pelaksanaan proyek harus memperhatikan bulan-bulan dimana sering terjadi kelangkaan semen dengan range waktu dimana tingkat kebutuhan semen tinggi. Schedule pelaksanaan harus digeser (adjustment) sedemikian hingga range waktu dimana tingkat kebutuhan semen tinggi tidak berada apada bulan-bulan dimana semen langka.
  5. Menggunakan beton dengan fly ash optimum. Fly ash adalah material yang dapat mengganti content semen dalam beton. Kandungan fly ash dapat mencapai 30% cementitious. Persentase tersebut haruslah sesuai dengan spesifikasi dan disetujui oleh Perencana. Sehingga akan sangat baik membuat beberapa campuran beton dengan menggunakan fly ash lalu dilakukan trial mix. Ini sebagai langkah antisipatif yang dapat mengurangi kebutuhan semen.
  6. Melakukan review design penggantian material semen dengan yang lain namun berfungsi sama. Beberapa review design penggantian material semen adalah:
    • Mengganti lantai kerja pelat lantai dasar dengan plastic sheet. Lantai kerja berfungsi sebagai pengganti bekisting pada struktur yang berada di atas tanah. Pada kondisi permukaan tanah yang telah dilapisi pasir urug, plastic sheet dapat digunakan.
    • Melakukan pergantian material dinding bata merah dengan material lain. Seperti yang kita ketahui bahwa pekerjaan dinding bata merah berikut plesterannya membutuhkan semen yang tidak sedikit. Dinding bata merah pada dasarnya dapat saja direview design menjadi partisi gypsum atau kalsiboard
    • Saat ini juga sudah ada material pengganti dinding bata merah yang berupa panel beton ringan yang umumnya berongga. Panel tersebut akan mengurangi tingkat pemakaian semen.
    • Cara lainnya adalah dengan menggunakan bata ringan. Bata ringan akan mengurangi penggunaan semen, disamping lebih cepat dikerjakan.
    • Mengganti struktur beton dengan struktur jenis yang lain. Untuk struktur beton rangka bangunan dapat menggunakan baja dan untuk atap beton dapat diganti dengan struktur atap baja ringan
    • Dapat pula mengganti dinding bata merah dengan material lain seperti aluminium composite panel (ACP)
    • Mengganti plester-aci yang berprofil dengan material GRC.
  7. Memutus ketergantungan semen dalam jalur kritis schedule (CPM). Cara ini dapat berupa mengubah zoning pekerjaan. Harus diusahakan dengan semen yang terbatas dapat membuat pekerjaan lain yang tergantung dengan pekerjaan yang membutuhkan semen dapat tetap berjalan. Sebagai contoh kasus adalah pada suatu pekerjaan gedung dimana struktur beton telah selesai dan terjadi kelangkaan semen pada saat pekerjaan dinding bata dan plester-aci. Pekerjaan setelah dinding bata plester-aci adalah kusen dan plafond. Agar pekerjaan kusen dan plafond gypsum dapat dikerjakan maka dengan jumlah semen yang terbatas, pekerjaan dinding bata plester—aci harus dituntaskan dalam area yang tertentu. Tidak perlu menuntaskan pekerjaan dinding bata plester-aci dalam area yang luas. Hal ini agar pekerjaan lain yang menunggu penyelesaian pekerjaan dinding bata plester-aci dapat dikerjakan. Kondisi ini dapat diterapkan sambil menunggu masa kelangkaan semen berakhir.
  8. Menunda pekerjaan yang membutuhkan semen tapi tidak berada di jalur kritis berdasarkan Critical Path Method. Penggunaan semen difokuskan pada pekerjaan kritis saja dan akan mengurangi peluang keterlambatan schedule
  9. Jika memungkinkan dalam kontrak, maka dapat dilakukan addendum waktu atas kejadian kelangkaan semen. Hal ini karena kelangkaan semen adalah diluar kemampuan kendali proyek. Dengan penambahan waktu pelaksanaan proyek maka load yang tinggi atas kebutuhan semen akan dapat didistribusikan pada masa dimana semen sudah tidak langka lagi.

Semoga beberapa langkah di atas dapat berguna. Jika ada yang memiliki langkah lain dapat saling memperkaya informasi dengan mengisi comment pada posting ini. Kelangkaan semen harus diatasi agar praktik kartel dapat dikurangi. Semoga bermanfaat.

Did you like this? Share it:
This entry was posted in Manajemen Kontraktor, Manajemen Pengadaan, Manajemen Risiko and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>