Empat Elemen Pemimpin Efektif

Jika Anda saat ini menjadi suatu manajer suatu organisasi dan Anda merasa sedikit saja atau bahkan tidak ada anggota tim yang mau mengikuti Anda,  maka mungkin Anda hanya sekedar Manajer dan bukan Pemimpin yang efektif. Empat karakter Pemimpin yang efektif yang akan dijabarkan dalam tulisan ini perlu Anda pertimbangkan untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan Anda.

Banyak kejadian dimana pimpinan yang membuat program atau proyek prestisius tapi tidak didukung oleh sebagian besar jajaran di bawahnya yang justru terdiri atas orang-orang yang memiliki kemampuan yang tinggi. Tulisan ini terinspirasi dari suatu tulisan yang dibuat oleh Bachtiar Simamora Ph.D yang berjudul kualitas kepemimpinan. Hasil diskusi, pengalaman dan referensi yang lain yang relevan juga dimasukkan untuk lebih memperkaya pemahaman.

Definisi Pemimpin

Beberapa definisi Pemimpin adalah:

  • Proses mempengaruhi sekelompok orang sehingga mau bekerja dengan sungguh-sungguh untuk meraih tujuan kelompok [ Koontz & O’donnel]
  • Kemampuan  untuk  mengajak orang lain mencapai tujuan yang sudah ditentukan dengan penuh semangat [Davis, 1977]
  • Mempengaruhi orang lain untuk lebih berusaha mengarahkan tenaga, dalam tugasnya atau merubah tingkah laku mereka [Wexley & Yuki, 1977]
  • Pada dasarnya merupakan pola hubungan antara individu-individu yang menggunakan wewenang dan pengaruhnya terhadap kelompok orang agar bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan [Fiedler, 1967].

Dari definisi di atas dapat disimpulkan ciri-ciri utama dari kepemimpinan yaitu kemampuan untuk mempengaruhi, mengarahkan atau memotivasi, dan kerja sama untuk mencapai suatu tujuan. Konsekuensi atas kemampuan tersebut adalah memiliki pengikut. Hal ini juga disampaikan oleh Bachtiar Simamora Ph.D yaitu ”Satu hal terpenting untuk menjadi pemimpin yang efektif yaitu; bahwa para pemimpin tersebut harus memiliki pengikut (follower)! Jika anda tidak dapat menciptakan suasana dimana orang memilih mengikuti anda, itu berarti anda bukanlah seorang pemimpin yang efektif.” Pemimpin tanpa pasukan jelas tidak diinginkan karena sama saja berarti krisis kepemimpinan.

 

Pengaruh Kepemimpinan di Proyek

Leadership sangat mempengaruhi kualitas hasil kerja tim proyek. Dalam suatu hasil penelitian yang pernah dibaca disebutkan bahwa leadership adalah faktor yang mempengaruhi sekitar 65-70% kesuksesan proyek. Bagi Anda yang bekerja sebagai manajer-manajer di proyek atau tempat yang bercirikan proyek, membuka diri, belajar, dan aplikasi terus menerus mengenai kepemimpinan akan berdampak positif yang signifikan terhadap performa proyek.

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah bahwa leadership bukan hanya milik manajer proyek. Leadership perlu dikembangkan pula untuk lini atau jajaran di bawahnya, mulai dari Site Manajer hingga ke level staf. Tentunya dengan porsi yang sesuai. Ini cukup beralasan karena walaupun staf, setidaknya juga mengkoordinir vendor. Sehingga apabila seluruh tim proyek memahami dan memiliki kemampuan leadership, maka tim proyek tersebut akan menjadi tim proyek yang powerfull.

 

Metode yang Dianggap Kurang Efektif

Seringkali terdengar ada seorang manajer menggunakan unsur tekanan (marah-marah) dan atau menjanjikan bonus jika target tercapai. Ini adalah teknik klasik carrot and stick untuk memotivasi. Ancaman terhadap penurunan jabatan atau pemotongan penghasilan tentu secara spontan akan menghasilkan reaksi. Tergantung bargaining position, apabila karyawan tidak memiliki pilihan dan tidak ada yang memperjuangkan, maka mungkin karyawan tersebut akan terpaksa mengikuti. Apabila karyawan ditawari oleh perusahaan lain suatu pekerjaan yang lebih menarik, tentu karyawan itu akan pindah. Metode ini tidak akan bertahan lama.

Bonus besar awalnya menarik, namun akan kurang menarik setelah beberapa waktu karena biasanya diberikan hanya kepada segelintir orang. Jika motivasi tim saat ini adalah bonus, mungkin untuk awalnya dapat diberikan. Tapi sebaiknya segera diganti dengan motivasi yang lain. Kebutuhan manusia semakin lama semakin besar dan manusia tidak akan pernah terpuaskan. Suatu bonus tertentu lama-kelamaan akan tidak lagi bisa memotivasi, perlu bonus yang lebih besar.

 

Pemimpin yang Efektif

Pemimpin yang efektif menggunakan metode yang lebih maju. Mereka lebih banyak mengandalkan inspirasi (bukan tekanan atau bonus). Mereka memberi inspirasi kepada orang untuk mencapai tujuan yang sama sekali tidak terbayangkan dan terpikirkan sebelumnya. Mereka menginspirasi secara tulus, ikhlas, dan secara kekeluargaan. Para pemimpin seperti inilah sebenarnya yang mempunyai pengikut.

Inspirasi yang biasa dilakukan adalah kebanggaan atas tercapainya target. Inspirasi lain yang bisa dilakukan adalah dengan memberi keyakinan kepada karyawan bahwa mereka dapat memiliki kemampuan yang jauh lebih baik dengan memberikan tips dan langkah-langkah yang harus mereka pelajari dan lakukan. Inspirasi ini akan membawa suatu proses tim building yang lebih baik karena lebih cepat mengarahkan pada fase perform dimana tim sudah mandiri dan mampu mengasilkan produk yang berperforma tinggi.

Saya jadi ingat teori Motivasi Maslow yang menggambarkan motivasi dalam bentuk piramida kebutuhan yang dikenal dengan Maslow’s Hierarchy of Needs berikut ini:

Terlihat kebutuhan tertinggi manusia adalah pengembangan dan perwujudan diri dan yang paling bawah adalah kebutuhan fisiologis. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu membaca motivasi orang yang dipimpinnya dan mampu untuk memenuhi motivasi orang yang dipimpinnya hingga pada tingkat motivasi tertinggi.

 

4 Elemen Utama Kepemimpinan yang Efektif

Ada empat elemen utama kepemimpinan yang efektif menurut Bachtiar Simamora, Ph.D, yaitu: mempunyai pengalaman sukses, memiliki visi, menghargai orang lain, dan  pribadi yang kredibel. Ke empat elemen ini bisa jadi tahap awal untuk evaluasi dalam rangka meningkatkan kualitas kepemimpinan kita. Alenia berikut ini menjelaskan masing-masing elemen tersebut.

1. Pengalaman Sukses. Orang akan lebih yakin dipimpin oleh pemimpin yang berpengalaman sukses. Ini cukup beralasan walaupun tidak selamanya pemimpin yang sukses akan selalu sukses karena memimpin adalah proses  pembelajaran yang membutuhkan waktu dan pengalaman untuk semakin baik. Namun bagaimana jika pemimpin tersebut baru dalam memimpin organisasi. Tentu beralasan dan wajar juga kepemimpinannya masih dipertanyakan. Dalam situasi ini, penting bagi pemimpin baru untuk mampu menunjukkan pola pikir yang sukses dan dibuktikan dengan mulai menghasilkan kesuksesan-kesuksesan kecil atau mulai menunjukkan tanda-tanda kesuksesan atas strategi pola pikirnya. Sehingga mungkin bisa saja syarat pemimpin yang efektif adalah apabila mampu memberikan keyakinan sukses.

2. Memiliki Visi. Pemimpin yang efektif harus mempunyai visi. Visi akan menuntun arah organisasi. Visi yang efektif haruslah berdasarkan data dan informasi. Visi yang baik adalah Visi yang di dalamnya terbesit peluang yang bersifat out of the box. Hal inilah yang akan menginspirasi orang lain untuk mengikuti. Ini tugas awal yang utama dari Pemimpin. Mereka tidak boleh mendelegasikan tugas tersebut kepada yang lain.

3. Menghargai Orang Lain. Pemimpin yang efektif harus menghargai orang lain. Setiap orang siapapun dia, pasti ingin dihargai bahkan oleh atasannya. Ini salah satu kebutuhan manusia. Yakinkan pada setiap karyawan bahwa mereka ”sangat dihargai” dalam setiap waktu. Ini jangan dilakukan dengan berlebihan tapi sebaiknya pemimpin harus dengan kesadaran yang tinggi menghargai seluruh karyawannya. Dampaknya akan lebih besar apabila dilakukan pada saat mereka sedang terlihat begitu keras bekerja. Jangan pernah langsung mementahkan pendapat karena hanya akan membuat karyawan apatis dalam mengikuti forum diskusi.

4. Kredibel. Para pemimpin yang efektif selalu komit dengan apa yang dikatakannya. Mereka selalu fokus pada tujuan. Mereka tidak berlebihan, dan bicara apa adanya terhadap setiap orang. Pendek kata mereka dapat dipercaya. Para pemimpin yang efektif juga adalah rendah hati (humble). Jika mereka melakukan kesalahan, mereka akan mengakuinya secara tulus dan mengevaluasi serta melakukan langkah-langkah perbaikan. Pengakuan kesalahan para Pemimpin kepada bawahannya berdasarkan pengalaman saya tidak membuat pemimpin tersebut kehilangan kredibilitas, namun justru meningkatkan respect dari para karyawannya. Ini pengalaman nyata yang pernah saya hadapi.

 

(Untuk berdiskusi dan konsultasi terkait permasalahan Project Management yang sedang dihadapi, silahkan klik – Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul posting, silahkan klik – Table of Content.)

 

 

Did you like this? Share it:
This entry was posted in Leadership & Project Manager and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>