Inovasi Konstruksi Itu Mudah !

Telah kita ketahui berdasarkan fakta bahwa inovasi konstruksi di Indonesia dinilai stagnan. Tentu harus ada solusinya. Tulisan ini mencoba memberikan solusi-solusi aplikatif untuk menyikapi permasalahan yg ada. Dimulai dari pemahaman yang benar tentang inovasi hingga penjabaran solusi penting terkait manajemen inovasi.

 

PENGERTIAN INOVASI

Terdapat cukup banyak pengertian inovasi yang diberikan oleh para ahli. Dibawah ini disampaikan yang dirasa mudah untuk dicerna, yaitu:

  • Wikipedia : Proses dan/atau hasil pengembangan pemanfaatan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk, proses, dan/atau sistem yang baru, yang memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial).
  • UU No. 18 2002 : Kegiatan penelitian, pengembangan, dan atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi.
  • Everett M. Rogers : Inovasi adalah sebuah gagasan, ide, rencana, praktek atau benda yang diterima dan disadari sebagai sebuah hal yang baru dari seseorang atau kelompok untuk di implementasikan atau diadopsi.
  • Stephen Robbins, didefinisikan oleh beliau inovasi sebagai sebuah gagasan atau ide baru yang diterapkan untuk memperbaiki suatu produk dan jasa.

Sehingga dapat disimpulkan penekanan yang merupakan kunci dalam memahami inovasi adalah pada “SESUATU YG BENAR2 BARU” atas “IDE/GAGASAN” dan produk dan output atas “NILAI BARU YG BERARTI / SIGNIFIKAN”. Sehingga dapat dibedakan antara inovasi dan bukan inovasi pada beberapa contoh berikut ini :

  • Membuat program khusus dari Ms. Office Excel OPTIMASI WASTE BESI seperti SOWB – INOVASI
  • Mengganti metode cor pertemuan (joint) balok – kolom dengan cara block out menggunakan kawat ayam sehingga dihasilkan beton kepala kolom yang mulus tanpa sambungan – INOVASI
  • Membuat program / aplikasi untuk tujuan tertentu berbasis google drive – INOVASI
  • Pengecoran bored pile hingga batas levelnya untuk menghilangkan pekerjaan bobok kepala tiang – INOVASI
  • Mengganti material bekisting balok kayu dengan material hollow – BUKAN INOVASI
  • Menggunakan Tower Crane Inverter – BUKAN INOVASI
  • Aplikasi trello dalam mengelola pekerjaan proyek – BUKAN INOVASI

 

RUANG INOVASI KONSTRUKSI

Industri konstruksi pada dasarnya adalah industri kreatif. Terdapat banyak sekali elemen yang merupakan ruang terbuka untuk diinovasi. Hal ini karena tiap proyek terdiri atas sangat banyak item pekerjaan.

Item pekerjaan yg terdapat pada BQ proyek biasanya mencapai ratusan item pekerjaan yang biasanya masih bisa diuraikan menjadi sub-item pekerjaan. Dimana pada masing-masing item pekerjaan tersebut jika diurai terdapat aspek produk, metode pelaksanaan, dan manajemen pelaksanaan.

Item pekerjaan pile cap misalnya. Jika diuraikan dapat menjadi galian tanah, perataan tanah, lantai kerja, bekisting dinding, pemasangan tulangan, pengecoran, dan penimbunan tanah kembali. Lalu dari sisi produk jika diambil dari salah satu sub-itemnya adalah bekisting dinding pile cap yang bisa dari material bataco, bekisting kayu, bekisting sisa bobokan pancang, dll. Dari sisi metode pelaksanaan dapat berupa pengecoran bertahap (jika volume besar), pengecoran dengan bantuan pompa, pemasangan tulangan dengan full prefab atau sebagian prefab, prafab 2 bagian, dll.

Penjelasan di atas menunjukkan bahwa industri konstruksi pada dasarnya memiliki ruang inovasi yang sangat besar. Sedemikian, sudah semestinya juga memberi peluang besar untuk dapat dikembangkan lebih baik. Menjadi pertanyaan yang ironis bahwa industri ini ternyata minim inovasi.

 

STRATEGI PENINGKATAN PRODUKTIFITAS INOVASI KONSTRUKSI

Ada beberapa strategi yang disimpulkan berdasarkan pengalaman yang dihubungkan dengan aspek weakness industri konstruksi seperti yg telah dijelaskan pada tulisan sebelumnya, yaitu :

  1. WAKTU KHUSUS – Di awal proyek (fase planning), harus disediakan waktu / sesi khusus dengan frekuensi yang memadai untuk diskusi terkait identifikasi masalah, dan ide2 problem solving. Hal ini karena, masa awal proyek adalah golden period dalam mencetuskan ide2 inovasi. Pada saat fase execution, hampir semua tim berada dalam load yang tinggi dimana mereka sudah terlalu sibuk untuk memikirkan inovasi.
  2. RUANG LINGKUP INOVASI YG FOKUS – Memberikan fokus lingkup pekerjaan / masalah untuk dilakukan inovasi. Strategi fokus ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas ide karena terlalu banyak aspek / masalah untuk dipikirkan ide inovasi akan kurang efektif. Lebihbaik fokus pada aspek / masalah yang lebih sedikit namun dampak bersifat / berpotensi melingkupi pareto dari keseluruhan proyek.
  3. KONVERSI TEKANAN MENJADI TANTANGAN – Pemimpin harus mendorong iklim inovasi dengan mengubah masalah menjadi tantangan. Melalui persepsi masalah adalah tantangan bagi tim, ternyata cukup efektif untuk meningkatkan produktifitas atas ide2 inovasi. Unsur tekanan / stress akan berubah menjadi spirit.
  4. LEADERSHIP DG CONTOH – Pemimpin juga harus memberikan contoh yang baik dengan memulai aktifitas inovasi dari dirinya sendiri. Perlu disadari bahwa inovasi pada dasarnya adalah suatu culture dan agent of culture adalah pimpinan. Sedangkan cara paling efektif untuk mempengaruhi tim bagi pemimpin adalah dengan memberi contoh.
  5. SUASANA KONDUSIF – Membentuk iklim yang kondusif bagi inovasi terutama suasana pendukung kreatifitas. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membentuk kesepakatan untuk selalu menghargai ide kreatif apapun dari tim, ruang kerja / kantor yang nyaman, dll. Contoh bagus dapat mencontoh bagaimana perusahaan google mendesign kantor yang kondusif bagi kreatifitas ide2 inovasi.
  6. KOLABORASI – Pola Diskusi sebaiknya melibatkan sebanyak mungkin pihak / personil yang terkait. Hal ini sederhananya karena dua kepala lebih baik dari satu kepala. Kolaborasi juga bisa tidak terbatas dalam satu tim proyek karena terdapat beberapa proyek yang mungkin menghadapi masalah yang sama yang memerlukan inovasi. Sehingga kolaborasi akan lebih baik dilakukan lintas proyek
  7. STRATEGI DISKUSI / BRAINSTORMING – Ada tiga strategi penting yaitu dimulai dengan edukasi teknik kreatifitas pada tim di awal proyek atau sebelum diskusi. Hal ini karena tiap orang memiliki kecenderungan menggunakan satu atau beberapa teknik kreatifitas tertentu saja. Padahal teknik kreatifitas sangat variatif. Kedua adalah Diskusi / brainstorming juga tidak boleh menjatuhkan semangat inovasi tim yang biasanya karena buru-buru “cut” pendapat anggota diskusi. Ketiga adalah dengan teknik provokasi. Teknik ini yaitu dengan mendapatkan beberapa solusi yang proven yang ada yang bersifat “menggugah” atau “menantang” anggota diskusi. Solusi proven dapat dicari dari banyak referensi dan sumber (buku, jurnal, informasi expert, internet,dll)
  8. REWARD AND NO PUNISHMENT – Memberikan reward yang sesuai bagi personil dengan ide2 inovasi yang berkualitas. Contoh gampang adalah dengan membuat program di proyek “Best Innovator” dalam frekuensi waktu tertentu (tiap minggu atau tiap bulan). Reward sederhana ini penting sebagai bukti penghargaan pimpinan / manajemen atas effort lebih dari karyawan. Khusus untuk inovasi, sangat dilarang adalah suatu punishment atas kegagalan penerapan inovasi atau social punishment atas ide2 yg mungkin dianggap tidak bermutu.

 

(Untuk berdiskusi dan konsultasi terkait permasalahan Project Management yang sedang dihadapi, silahkan klik – Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul posting, silahkan klik – Table of Content.)
Did you like this? Share it:
This entry was posted in Riset, Inovasi & Teknologi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>