Bumi Semakin Panas, Green Building – Construction Suatu Keharusan !

Dekade 2010-an adalah dekade paling panas bumi. Lalu laporan terakhir menunjukkan bahwa rekor kembali terukir dimana Maret 2015 merupakan waktu terpanas bumi. Bukti demi bukti atas rekor panas bumi semakin mengemuka akibat pengelolaan lingkungan yang tidak “membumi”. Konstruksi gedung sebagai penyumbang terbesar harus segera MEMBUMI.

Saat ini sudah banyak laporan mengenai bumi yang semakin panas dari waktu ke waktu. Suatu laporan dari Japan Meteorological Agency membuktikan bahwa suhu bumi memiliki trend yang meningkat dari tahun ke tahun berdasarkan data 1890 hingga 2010.

Gambar 1. Data peningkatan panas bumi oleh JMA

Dampak dari semakin panasnya bumi dapat kita lihat dan rasakan secara langsung dan tidak langsung. Bukti yang jelas adalah mencairnya es di kutub seperti yang diperlihat pada gambar di bawah ini :

Gambar 2. Bukti mencairnya es di kutub Antartika

Pada gambar di atas, merupakan urutan gambar satelit proses keruntuhan Wilkins Ice Shelf. Gambar besar di sebelah kiri diambil pada tanggal 6 Maret 2008. NSIDC mengambil gambar-gambar ini melalui satelit Aqua dan Terra milik NASA. Dampak lanjutan atas mencairnya es di kutub tidaklah main-main karena dapat menaikkan elevasi muka air laut hingga 7 meter. Ini berarti seluruh pantai, pelabuhan, dan dataran rendah akan TENGGELAM.

Dampak lain yang tidak kalah hebat adalah semakin seringnya terjadi perubahan iklim secara ekstrim. Pola curah hujan berubah-ubah tanpa dapat diprediksi sehingga menyebabkan banjir di satu tempat, tetapi kekeringan di tempat yang lain. Topan dan badai tropis baru akan bermunculan dengan kecenderungan makin lama makin kuat. Kita juga semakin merasakan betapa sulitnya memprediksi kedatangan musim hujan ataupun kemarau yang mengakibatkan kerugian bagi petani karena musim tanam yang seharusnya dilakukan pada musim kemarau ternyata malah hujan. Badai yang kuat juga semakin banyak terjadi di seluruh belahan bumi. Termasuk badai gelombang panas yang semakin sering terjadi. Terakhir gelombang panas ini terjadi di India pada Mei 2015 yang merupakan salah satu yang terburuk yang mampu melelehkan jalan dan menelan korban lebih dari 2000 jiwa.

 

Gambar 3. Dampak gelombang panas di India yang membuat tanah sangat kering

 

Gambar 4. Dampak gelombang panas di India yang mampu melelehkan aspal

 

Data fakta di atas seharusnya menyadarkan kita secara sungguh-sungguh batapa kita dalam BAHAYA BESAR jika tidak segera bertindak melakukan perubahan SIGNIFIKAN pada berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam membangun. Para praktisi konstruksi yang merupakan salah satu kontributor besar penyebab masalah ini, sudah waktunya SADAR tanpa terkecuali.Gambar berikut adalah bukti bahwa bangunan gedung adalah kontributor terbesar emisi CO2.

Gambar 5. Grafik konstributor emisi gas CO2 USA

Kontribusi building / gedung dalam menghasilkan CO2 dapat dijelaskan dengan beberapa penjelas utama dibawah :

  • Gedung mengganti lahan bervegetasi tinggi dengan bangunan komersial seperti villa, mall, apartemen, dll. Hal ini berdampak pada berkurangnya lahan hijau untuk “penyeimbang”.
  • Penggunaan kayu sebagai material bangunan (terutama untuk bekisting) jelas berdampak pada semakin berkurangnya luas hutan yang menjadi tumpuan atas keseimbangan iklim bumi
  • Pemilihan design yang “tidak green” sehingga menyebabkan konsumsi energi yang boros yang menghasilkan emisi yang berkontribusi tinggi pada pemanasan global

Pembangunan adalah suatu keharusan dalam memenuhi kebutuhan manusia dan kemajuan peradaban. Namun tingginya kontribusi dunia konstruksi khususnya building terhadap pemanasan global, sudah seharusnya disikapi para praktisi konstruksi untuk melakukan perubahan penting dengan melakukan dan berkomitmen atas GREEN BUILDING dan GREEN CONSTRUCTION.

 

(Untuk berdiskusi dan konsultasi terkait permasalahan Project Management yang sedang dihadapi, silahkan klik – Konsultasi Untuk melihat lengkap seluruh judul posting, silahkan klik – Table of Content.)

 

Did you like this? Share it:
This entry was posted in Green construction and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>