Maturity Level Project Management di Indonesia

Menarik untuk dinilai bagaimana maturity level atas aplikasi project management di Indonesia. Dengan menggunakan model maturity level dari Berkeley yang cukup sederhana, mari kita coba untuk menilai bagaimana maturity level tersebut. Ini untuk bekal kita dalam mengembangkan atau meningkatkan maturity level sehingga perusahaan konstruksi akan dapat mampu bersaing secara global.

Gambar berikut ini adalah maturity model yang diusulkan oleh Berkeley untuk dasar acuan menilai posisi maturity atas kondisi manajemen proyek bagi kebanyakan perusahaan konstruksi di Indonesia.

Gambar 1. Maturity Model ex. Berkeley

 

Penjelasan singkatnya adalah sebagai berikut :

Level 1 (Ad Hoc) - Situasi kegagalan, proses-proses project management tidak / salah definisi, proses2 sedang dikembangkan dan dilakukan secara sendiri2 berbasis proyek masing2 / tidak terintegrasi. Kondisi awal umumnya tidak aplikasi sistem manajemen proyek

Level 2 (Consistent) – Proses project management yang esensial telah dilaksanakan secara konsisten, terdokumentasi, dan dapat dilakukan pada proyek lainnya, proses pengembangan dan pengenalan metodology project management

Level 3 (Integrated) – Standart manajemen proyek telah dilaksanakan dalam organisasi sejalan dengan PMBOK untuk pemahaman bersama

Level 4 (Comprehensive) – Project management telah dilaksanakan secara menyeluruh, data terukur digunakan untuk mengevaluasi efektifitas project management

Level 5 (Optimizing) – Project management terus ditingkatkan dan diinovasi

 

Sekarang mari kita nilai secara garis besar kondisi aplikasi manajemen proyek di sebagian besar perusahaan konstruksi besar di Indonesia berdasarkan fakta2 yang dinilai :

  • Umumnya sistem manajemen proyek telah dikenal dan telah dilakukan training standard manajemen proyek.
  • Sebagian telah menjadikan standart manajemen proyek (i.e.,PMBOK) secara resmi digunakan. Sebagian lainnya hanya implementasi secara parsial.
  • Pelaksanaannya umumnya kurang konsisten. Standart manajemen proyek tidak benar-benar diaplikasikan secara konsisten.
  • Belum dilakukan improvement dan inovasi atas pelaksanaan standart manajemen proyek

Berdasarkan penilaian fakta2, maka dapat disimpulkan bahwa maturity level pelaksanaan project management kontraktor besar di Indonesia masih berada pada level 2-3. Padahal PMBOK edisi pertama telah dipublikasikan pada 1996 atau 19 tahun yang lalu.

Sebagai tambahan, suatu riset / survey mengenai project management maturity telah dilakukan oleh Achmad Fuad Bay (Queensland University of Technology) tahun 2006. Hasil risetnya menyebutkan bahwa terbukti project management methodology belum digunakan secara efektif di Indonesia. Walaupun responden menyadari pentingnya metode project management.

Bagaimana dengan perusahaan konstruksi Anda?

 

(Untuk berdiskusi dan konsultasi terkait permasalahan Project Management yang sedang dihadapi, silahkan klik – Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul posting, silahkan klik – Table of Content.)
Did you like this? Share it:
This entry was posted in Manajemen Proyek and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>