Untuk Apa Riset di Konstruksi?

Banyaknya pertanyaan seputar riset di konstruksi cukup menarik untuk dibahas. Riset bagi orang awam mungkin bagaikan suatu pekerjaan yang seputar laboratorium dan dipenuhi dengan gelas kimia. Begitulah fakta kebanyakan pendapat orang setelah mendengar mengenai riset di perusahaan konstruksi. Tulisan ini, semoga memberikan informasi yang cukup untuk mengubah pendapat mereka.

Riset sering diasosiasikan dengan suatu aktifitas di dalam laboatorium dan bahkan yang dipenuhi dengan gelas kimia. Lalu untuk konstruksi dengan obyek yang besar-besar, sering jadi pertanyaan bagaimana memasukkan obyek besar ke dalam laboratorium, hehe…Mungkin bayangan mereka seperti gambar ini untuk riset:

Asumsi riset bagi orang awam – Dilakukan di lab dengan banyak gelas kimia

 

Asumsi riset bagi orang sipil – Dilakukan di lab struktur

 

Apa Itu Riset ?

Inilah pertanyaan paling mendasar. Esensi mengenai makna riset. Berikut beberapa referensi yang menjelaskan mengenai riset :

  • Riset atau penelitian sering dideskripsikan sebagai suatu proses investigasi yang dilakukan dengan aktif, tekun, dan sistematis, yang bertujuan untuk menemukan, menginterpretasikan, dan merevisi fakta-fakta. Penyelidikan intelektual ini menghasilkan suatu pengetahuan yang lebih mendalam mengenai suatu peristiwa, tingkah laku, teori, dan hukum, serta membuka peluang bagi penerapan praktis dari pengetahuan tersebut (Wikipedia – Indonesia)
  • Penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang didasarkan pada analisis dan konstruksi yang dilakukan secara sistematis, metodologis dan konsisten dan bertujuan untuk mengungkapkan kebenaran sebagai salah satu manifestasi keinginan manusia untuk mengetahui apa yang sedang dihadapinya (Soerjono Soekanto)
  • Mengemukakan bahwa penelitian merupakan suatu aktivitas dalam menelaah suatu problem dengan menggunakan metode ilmiah secara tertata dan sistematis untuk menemukan pengetahuan baru yang dapat diandalkan kebenarannya mengenai dunia alam dan dunia social (Sanapiah Faisal)
  • Penelitian ialah usaha dalam menemukan segala sesuatu untuk mengisi kekosongan atau kekurangan yang ada, menggali lebih dalam apa yang telah ada, mengembangkan dan memperluas, serta menguji kebenaran dari apa yang telah ada namun kebenarannya masih diragukan (Soetrisno Hadi)
  • Penelitian merupakan penerapan dari pendekatan ilmiah pada suatu pengkajian masalah dalam memperoleh informasi yang berguna dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan (Donald Ary)
  • Penelitian adalah suatu metode untuk menemukan sebuah pemikiran yang kritis. Penelitian ini meliputi pemberian definisi dan redefinisi terhadap masalah, membuat formulasi hipotesis atau mengadakan uji coba yang sangat hati-hati atas segala kesimpulan yang diambil dalam menentukan apakah kesimpulan tersebut sesuai dengan hipotesis (John)
  • Penelitian merupakan metode studi yang sifatnya mendalam dan penuh kehati-hatian dari segala bentuk fakta yang bisa dipercaya atas suatu masalah tertentu guna untuk membuat pemecahan masalah tersebut (Hill Way)
  • Systematic investigative process employed to increase or revise current knowledge by discovering new facts. It is divided into two general categories: (1) Basic research is inquiry aimed at increasing scientific knowledge, and (2) Applied research is effort aimed at using basic research for solving problems or developing new processes, products, or techniques. (www.businessdictionary.com)
  • Diligent and systematic inquiry or investigation into a subject in order to discover or revise facts, theories, applications (www.dictionaryreference.com)

 

Kesimpulan dari beberapa referensi di atas mengenai definisi riset adalah :

“Suatu proses investigasi yang mendalam, tekun, teliti, hati-hati, kritis, metodologis secara ilmiah, dan konsisten, yang bertujuan untuk menelaah dan pemecahan suatu masalah, menemukan / interpretasi / revisi fakta, menemukan kebenaran, mengisi kekosongan / kekurangan, menguji kebenaran saat ini, mendapatkan informasi yang berguna dan dapat dipertanggung jawabkan, meningkatkan / mengembangkan pengetahuan”

Well, suatu kesimpulan yang cukup panjang dari cukup banyak referensi. Tapi saya punya suatu definisi yang lebih sederhana atas definisi, yaitu :

“Proses MENJAWAB PERTANYAAN secara ILMIAH”

Kesimpulan definisi itu tidak hanya atas referensi, namun juga atas pengalaman sebagai peneliti yang juga praktisi. Beberapa penjelasan atas kesimpulan definisi singkat adalah :

  • Setiap riset ada RESEARCH QUESTION. Misal pada tujuan pemecahan suatu masalah. Maka research question-nya menjadi “bagaimana strategi atas masalah…”. Lalu pada tujuan menemukan fakta, maka research question-nya bisa jadi “Apakah ada hubungan antara X dan Y?”. Pada tujuan menemukan kebenaran, maka contoh research question adalah “Apakah ujian online mampu menekan kecurangan?”, dan seterusnya. Sehingga riset menurut saya singkatnya adalah MENJAWAB RESEARCH QUESTION (PERTANYAAN)
  • ILMIAH karena semua ciri-ciri investigasi yang disebutkan pada kesimpulan lengkap atas riset merupakan ciri-ciri ILMIAH yaitu mendalam, tekun, teliti, hati-hati, kritis, metodologis, dan konsisten.

Siklus riset yang dimulai dari masalah yang harus dipecahkan (dengan research question)

 

Perbedaan Berfikir Secara Riset dan Praktisi

Baik peneliti maupun praktisi, dihadapkan pada ribuan pertanyaan dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari. Perbedaannya ada pada CARA MENJAWAB PERTANYAAN. Dari kesimpulan di atas, sudah jelas bahwa cara berfikir riset yang utama adalah aspek ILMIAH yang ini tidak atau kurang ada pada cara berfikir praktisi. Praktisi lebih berfikir secara PRAKTIS dan atau EFISIEN. Tidak ada yang salah dalam berfikir ala praktisi.

Perbedaan berfikir antara peneliti hanya karena tuntutan apa yang mereka lakukan. Output peneliti harus akurat dan output praktisi harus cepat dan menguntungkan. Jika praktisi dipaksa untuk selalu berfikir ala riset dalam setiap aktifitasnya, tentu menjadi tidak cepat. Demikian pula peneliti yang outputnya menjadi kurang akurat apabila dipaksa untuk bekerja ala praktisi yang harus cepat. Menjadi jelas bagi kedua untuk harus KOLABORATIF.

Loop Teori – Riset – Praktik

Riset di Perusahaan Konstruksi

Konstruksi adalah suatu industri yang sangat kompleks, berisiko tinggi atas banyak aspek, tingkat perubahan yang tinggi dan waktu yang sangat terbatas. Pendek kata, tuntutan terhadap praktisi konstruksi sangat berat yang membuat mereka sering bekerja secara overtime. Ciri-ciri industri konstruksi itu membuat praktisi yang berkecimpung di dalamnya menjadi terlatih untuk sangat mobile, taktis, efisien, peka terhadap perubahan, dan fleksibilitas lingkungan tinggi serta pergerakan yang sangat cepat.

Terkondisi dengan keadaan, praktisi konstruksi menjadi cenderung kurang waktu dan kurang menyukai detil yang hati-hati yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan karena dirasa akan lamban dan (mungkin) bertele-tele. Inilah salah satu sebab (mungkin yang utama) mengapa sangat sedikit perusahaan konstruksi yang memiliki divisi riset. Padahal, justru mereka sangat membutuhkan riset dalam membantu pekerjaan yang dapat dikategorikan sangat sulit. Kondisi ini menjadi sangat terasa di Indonesia yang level berfikir ala riset dapat dikategorikan kurang.

Dampak atas deskripsi di atas adalah lambannya perkembangan konstruksi Indonesia. Praktisi dihadapkan masalah-masalah yang unsolved dan berulang tanpa perkembangan yang berarti. Apa bukti konkretnya? Berikut adalah beberapa diantaranya :

  • Praktik dagang sapi alias suap lebih dominan ketimbang pengembangan terintegrasi atas inovasi konstruksi
  • Belajar dari kesalahan dulu baru melakukan improvement. Namun ternyata kesalahan itu tetap saja berulang lagi.
  • Kosmetik lebih dipilih ketimbang continuous improvement. Bangunan cantik namun rapuh hingga mengalami kegagalan konstruksi.
  • Hampir tidak ada divisi riset pada perusahaan konstruksi. Kalaupun ada mungkin “sekedarnya” menjadi penghias struktur organisasi agar terlihat keren dan “menjual”
  • Banyak slogan dan tagline menggunakan kata “inovasi”. Tapi kenyataannya apakah slogan dan tagline itu setara dengan praktiknya? Tidak lebih untuk jualan bukan?
  • Pengembangan system manajemen proyek yang sangat lamban
  • dll

Peran Riset Pada Perusahaan Konstruksi?

Mari kita dalami kondisi-kondisi yang mudah2an membuat kita lebih sadar:

  • Perusahaan konstruksi memiliki nilai debt equity ratio (DER) yang tinggi dengan rata2 3-4x dan cenderung stabil tanpa perubahan yang signifikan. Mengapa?
  • Net margin ratio perusahaan konstruksi pada umumnya berkisar pada range 1-5% terhadap revenue. Padahal perusahaan infrastruktur seperti Jasa Marga bisa mencapai 20%. Mengapa?

  • Setiap krisis ekonomi, industri konstruksi terkena dampak paling dalam dan selalu berulang. Mengapa?
  • Perusahaan konstruksi yang ekspansi ke luar negeri cenderung merugi bahkan dalam nilai yang besar hingga tidak diteruskan. Mengapa?
  • Perusahaan konstruksi mungkin adalah industri yang memiliki gap SDM paling tinggi saat ini jika infrastruktur benar-benar digenjot oleh pemerintah. Mengapa?
  • Perusahaan konstruksi juga (seandainya dirating) mungkin adalah perusahaan yang karyawannya harus bekerja overtime paling tinggi. Mengapa?
  • Kondisi kontrak industri konstruksi dianggap cenderung unbalance contract dan juga masuk kategori unsolved problem. Mengapa?
  • Tingkat akurasi cost estimating-budgeting oleh kontraktor cenderung kurang dari actual cost. Mengapa?
  • Penerapan safety pada proyek internasional jauh lebih baik dari pada proyek lokal. Mengapa?

Masih banyak “mengapa” yang lain tentunya. “Mengapa” tadi adalah sumber dan obyek riset di dunia konstruksi. Mengapa2 tadi sejatinya adalah research question bagi riset yg akan dijawab dengan cara ilmiah. Lalu orang akan bilang, “bukannya bisa dijawab dengan cara biasa?”..yup, tentu saja bisa dan siapapun bisa menjawab pertanyaan2 tadi. Hanya saja apakah jawaban mereka akurat? dan siapa yang menjamin akan akurat? hanya metodologi ilmiah / riset yang mampu menjawab berbagai pertanyaan secara jauh lebih akurat. Sekarang apakah lebih diinginkan jawaban tidak akurat atau jawaban yg akurat?

Masalah-masalah di atas cenderung berulang karena problem solving yang tidak menggunakan riset sebagai way of thinking. Kurangnya peran riset pada industri konstruksi sudah jelas menjadi jawaban kenapa industri konstruksi cenderung stagnan dalam menyelesaikan masalah-masalah klasik di atas.

 

(Untuk berdiskusi dan konsultasi terkait permasalahan Project Management yang sedang dihadapi, silahkan klik – Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul posting, silahkan klik – Table of Content.)
Did you like this? Share it:
This entry was posted in Riset, Inovasi & Teknologi and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Untuk Apa Riset di Konstruksi?

  1. Pingback: Manfaat dan Peran Riset Konstruksi | Manajemen Proyek Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>