Teknologi Bangunan Hangat Ala Finlandia

Finlandia adalah adalah sebuah negara yang terletak di Eropa yang dekat dengan kutub utara bumi. Konsekuensinya iklim musim dingin yang sangat dingin dan musim panas yang hangat. Suhu pada musim dingin dapat mencapai di bawah -20°C. Namun anehnya di dalam rumah terasa cukup hangat. Berikut oleh-oleh kunjungan kerja di negeri paling bahagia di dunia ini.

Iklim di Finlandia

Dari Wikipedia disebutkan iklim di Finlandia Selatan adalah iklim menengah utara. Di Utara Finlandia, terutama di Laplandia, Finlandia, sebuah iklim subarktik mendominasi, dikarakterisasi dengan musim dingin yang sangat dingin dan musim panas yang hangat.

Seperempat dari wilayah Finlandia terletak di dalam Lingkaran Arktik, dan konsekuensinya Finlandia mengalami matahari tengah malam. Di titik paling utara Finlandia, matahari tidak terbenam selama 73 hari di waktu musim panas, dan tidak terbit untuk 51 hari dalam musim dingin.

 

Konsekuensi lain dari kondisi geografis negara ini yang terletak dengan kutub utara adalah suhunya yang sangat dingin walaupun bukan yang paling dingin. Suhu yang dingin ini akan bertambah parah jika ditambah angin yang berhembus dari arah utara.

 

Dalam kunjungan kerja pada pertengahan Januari bulan lalu ke Vasaa (± 400 km utara Helsinki), suhu tercatat -15°C. Namun beberapa kali bertambah dingin akibat angin yang berhembus dari utara. Fells like mencapai -20°C dan air laut pun sudah menjadi es pada lapisan atasnya. Wow..bagi orang yang sering berada di negara tropis sekitar garis khatulistiwa (Equator line), suhu sedingin itu tentu bukan hal yang main-main.

 

Sangat Dingin di Luar – Namun Hangat di Dalam Ruangan

Inilah keistimewaan bangunan disana. Sedingin apapun di luar, tapi tetap hangat di dalam ruangan, dan mereka tidak menggunakan tungku perapian serta jarang menggunakan pemanas listrik. Apa rahasianya?

Rumah di Finlandia Tanpa Tungku Perapian

 

Metode Penghangat Ruangan

Ternyata ide orang Finlandia sederhana. Mereka fokus pada material dinding. Dinding dan kaca dibuat double. Mereka punya hitungan bahwa dengan pemanas elektrik, biaya akan sangat besar. Mengingat harga listrik disana mencapai ± 2,5 Euro / kWh atau Rp.4000/kWh (Bandingkan di Indonesia sekitar Rp. 700-1200,-/kWh). Konstruksinya dapat dilihat pada iklan perusahaan bangunan di sana yang disampaikan di bawah ini:

 

Iklan Perusahaan Konstruksi di Finlandia

 

Pada bangunan komersial yang ditemui disana, mereka juga gunakan ruang transisi kecil. Ruangan ini sepertinya dimaksudkan seolah2 sebagai perisai tambahan untuk menghindari kontak langsung kondisi dingin di luar yang dapat mempengaruhi suhu dalam ruangan.

Di samping itu, terlihat cukup banyak penggunaan material kayu yang kita ketahui memiliki kemampuan isolasi suhu yang baik. Finlandia juga merupakan negara dengan hutan yang cukup luas. Sehingga material kayu cukup dominan dan bisa jadi murah di sana.

 

Interior Kayu Dalam Ruangan

 

Did you like this? Share it:
This entry was posted in Riset, Inovasi & Teknologi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>