Pelaksanaan dan Problem Manajemen Proyek EPC

Sebagai jenis proyek yang memiliki tingkat kompleksitas atau kesulitan yang tertinggi diantara jenis proyek lainnya, pelaksanaan proyek EPC banyak terjadi permasalahan. Sehingga diperlukan persiapan dan strategi khusus dalam melaksanakan proyek EPC sepanjang project life-cycle.

 

Tulisan ini membahas suatu penelitian yang dilakukan oleh Mr. Raman Awale terhadap pelaksanaan proyek EPC Petrochemical, Oil & Gas di Thailand. Hasil penelitian ini menarik karena menggambarkan kondisi pelaksanaan proyek EPC di Thailand yang bisa menjadi rujukan pada pelaksanaan proyek EPC di Indonesia mengingat kesamaan budaya dan lokasi. Disamping bisa menjadi masukan bagi kontraktor EPC di Indonesia dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi AFTA 2015.

 

Hasil Penelitian

Latar belakang dan hasil penelitian dapat disimpulkan dalam beberapa point (dalam bahasa inggris), yang disajikan cukup lengkap untuk dapat memahami penelitian yang cukup penting ini.

  • EPC projects are massive, utilize high skill and well train employee, acquires complex and complicated methodology/technology, needs fast information flow between different phases and close collaboration of multidiscipline as well. EPC projects are facing serious problems like crew idleness, rework and management dilemma which lead to cost overrun and schedule delay.
  • Methodology consists of three steps – pilot survey, interview approach and case study approach. The respondent and interviewee were chief civil engineer, deputy chief engineer, director, project managers, construction manager, project engineers, process engineer, vice presidents, (Professional Experts) etc from 15 different EPC companies (9 Client companies and 6 Contractor companies).
  • The study reveals that major factors contributing to schedule delay and cost overrun are mostly related to material and equipment such as material shortage, procurement delay, or late delivery on site. Delay in placing purchase order, design changes, lack of EPC contractor’s experience, late approvals, vendor information coming in late and further most due to the lack of coordination between Client, contractor and suppliers regarding exchange of information. In addition, poor planning and controlling, lack of top management commitment, unrealistic project scheduling and poor coordination and communication are poor project management practices explored. However, subcontractor management and control mechanism, lesson learnt practice, involvement of construction and operational personnel during conceptual phase are success project management practice found. Furthermore, interface management and control, integrated team management, real time reaction, dispute management, risk management, stakeholder management, continuous and dynamic detail planning and monitoring during execution and being proactive to issues, carrots and sticks approach (incentive criteria), clear roles and responsibilities, etc are also the big concerns in terms of project management practice regarding controlling cost overrun and schedule delay.

 

Pembahasan

Kesimpulan penelitian di atas , yaitu karakter proyek EPC yang masif (besar-besaran), perlu keahlian dan ketrampilan tinggi, kompleks, arus informasi yang cepat antar disiplin ilmu. Penyebab keterlambatan dan kerugian yang dianggap berkesesuaian dengan kondisi pelaksanaan EPC proyek di Indonesia adalah:

  • Kekurangan material. Hal ini dimungkinkan karena kurang baiknya WBS dan resource management pada proses procurement. Faktor ini sering terjadi juga pada konstruksi Indonesia yang disebut dengan mismatch.
  • Keterlambatan procurement. Schedule procurement sering tidak menyesuaikan dengan master schedule proyek. Faktor lain adalah karena melesetnya perkiraan schedule proses procurement akibat dari ketidakpahaman mengenai kompleksitas proses ini. Faktor ini dapat dikatakan selalu terjadi juga di Indonesia akibat faktor tambahan birokrasi perusahaan.
  • Keterlambatan pengiriman ke Site. Faktor ini memiliki dampak yang paling besar terhadap keterlambatan. Ketergantungan proses dengan kondisi alam mungkin menjadi penyebab utama. Di Indonesia, dapat disebabkan oleh kurang baiknya infrastruktur dan birokrasi custom clearance.
  • Lemahnya keahlian kontraktor EPC. Faktor ini juga menjadi masalah di Indonesia. Perusahaan konstruksi EPC murni Indonesia mulai menurun karena merugi dan perusahaan general conractor mulai masuk ke dunia EPC. Ini indikasi lemahnya keahlian konstraktor EPC Indonesia.
  • Perencanaan dan pengendalian yang lemah. Mungkin inilah faktor yang menyebabkan dampak paling besar atas kerugian dan keterlambatan kontraktor EPC di Indonesia. Kesamaan faktor ini dengan negara Thailand menjadi cukup menarik jika dikaitkan dengan kesamaan budaya secara regional.
  • Kurangnya komitmen top manajemen. Faktor ini juga salah satu faktor yang berdampak besar. Sudut pandang top management terhadap unit proyek sebagai unit mandiri diperkirakan sebagai penyebab utama. Kesamaan faktor ini juga menarik dikaji kesamaannya dengan Thailand.
  • Schedule proyek yang tidak realistis. Sebagai dari bentuk investasi, owner cenderung ingin schedule pelaksanaan yang sesingkat mungkin agar segera beroperasi dan menghasilkan tanpa diimbangi dengan kualitashasil yang berkorelasi dengan tidak realistisnya schedule.Faktor ini sangat sering terjadi di Indonesia karena keputusan investasi yang sering terlambat sehingga perlu penyelesaian proyek yang bersifat buru-buru.
  • Lemahnya koordinasi dan komunikasi. Faktor ini adalah faktor yang bersumber dari pelaku. Proyek EPC menuntut keahlian tinggi yang mana dimiliki oleh orang-orang yang cenderung kurang berkomunikasi. Ini adalah fenomena pelaku proyek di Indonesia.

Ternyata banyak kesamaan antara permasalahan yang terjadi di Thailand dan Indonesia yang mungkin disebabkan oleh kesamaan budaya secara regional. Pelaku proyek EPC di Indonesia ternyata harus lebih giat untuk berubah dalam mempersiapkan diri menghadapi pasar bebas ASEAN dalam AFTA 2015.

(Untuk berdiskusi dan konsultasi terkait permasalahan Project Management yang sedang dihadapi, silahkan klik – Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul posting, silahkan klik – Table of Content.)
Did you like this? Share it:
This entry was posted in Manajemen Proyek, Riset, Inovasi & Teknologi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>