Project Management Plan Untuk Perusahaan Konstruksi

Telah dibahas bahwa project management plan berfungsi sangat krusial karena kegunaannya sebagai The Most Important Guidance dalam pelaksanaan proyek. Namun nyatanya hanya sedikit sekali yang menggunakannya. Bahkan yang menggunakan, mungkin hanya berupa kertas yang menjadi syarat-syarat tertentu dan tidak menjadi benar-benar pedoman utama yang paling penting.

Jika ada fenomena kenapa orang yang bekerja di proyek begitu lelah dimana selalu bekerja hingga larut malam, mungkin barangkali inilah salah satu jawaban utamanya,  yaitu ketiadaan project management plan yang aplikatif bagi pelaku konstruksi terutama kontraktor.

Hipotesa di atas rasanya tidaklah berlebihan. Mengapa? cek saja apakah perusahaan konstruksi besar baik BUMN maupun Swasta telah memiliki standart project management plan. Ada yang hanya punya WI (Work Instruction), Project planning yang dibuat seadanya, ada yang hanya mengandalkan data base metode pelaksanaan.

Jika kontraktor besar saja kondisinya seperti itu, apalagi yang menengah dan yang kecil? bisa dipastikan sangat minim. Mereka mungkin punya bagian-bagian project management plan tertentu tapi rasanya belum pernah ada yang bersifat menyeluruh. Inilah gambaran dunia konstruksi kita yang telah berumur cukup tua.

Lantas, bagaimanakah wujud project management plan yang aplikatif bagi pelaku konstruksi khususnya kontraktor? Inilah sumber riset yang cukup luas. Perlu pengembangan yang kontinyu atas masalah ini. Namun setidaknya, bisa mengacu pada PMBOK 5th Edition Tahun 2013.

Project management plan adalah kumpulan dari 17 dokumen perencanaan hasil integrasi dari berbagai perencanaan. Proses membuat atau mengembangkan project management plan, telah dijelaskan pada tulisan sebelumnya (klik disini). Adapun ke-17 dokumen perencanaan project management plan adalah sebagai berikut:

  1. Plan Scope Management
  2. Control Scope
  3. Plan Schedule Management
  4. Control Schedule
  5. Plan Cost Management
  6. Control Cost
  7. Plan Quality Management
  8. Plan Human Resource Management
  9. Plan Communication Management
  10. Control Communication
  11. Plan Risk Management
  12. Control Risk
  13. Plan Procurement Management
  14. Control Procurement
  15. Close Procurement
  16. Plan Stakeholder Management
  17. Control Stakeholder Engagement

Membahasnya satu persatu tentu akan menjadi pembahasan yang panjang. Di sini, penulis akan memberikan rekomendasi usulan tentang bagaimana membuat atau mengembangkan project management plan yang aplikatif berdasarkan pengalaman selama mengerjakan proyek yang ditujukan bagi kontraktor. Rekomendasi usulan tersebut antara lain:

  • Membuat standart format atas project management plan yang harus dibuat oleh tim proyek sejak tender award.
  • Membuat contoh project management plan pada beberapa jenis proyek (gedung, jalan, bendungan, pelabuhan, EPC, dan lainnya). Hal ini karena tipe proyek yang berbeda akan membuat project management plan yang berbeda pula.
  • Membuat prosedur pembuatan project management plan pada tiap pelaksanaan proyek.
  • Membuat beberapa bank data atau data base, seperti bank data WBS pada tiap jenis proyek, bank data risiko pada tiap jenis proyek, dll
  • Penetapan standart pilihan tools dan technique yang dianggap terbaik bagi perusahaan konstruksi.
  • Mensinergikan standart dan prosedur perusahaan konstruksi yang ada dengan project management plan. Hal ini untuk menghindari adanya tumpang tindih adanya perencanaan salah satu management proyek. Diharapkan pula bahwa sinergi tersebut tidak membuat tambahan pekerjaan yang memberatkan tim proyek.
  • Brainstorming dengan beberapa tim proyek mengenai best practice yang mungkin telah dilakukan pada beberapa bagian project management. Hal ini untuk mendapatkan masukan yang berharga tentang bagaimana tim proyek selama ini membuat perencanaan manajemen proyek walaupun tidak menyeluruh dan belum terintegarasi. Hasil brainstorming tersebut lalu menjadi masukan dalam membuat project management plan yang user friendly dan lebih aplikatif.
  • Melakukan sosialisasi dan jika perlu berupa training yang terpadu terhadap standart dan prosedur project management plan tersebut.
  • Selama dalam periode tertentu setelah memulai pelaksanaan adanya project management plan, perlu untuk mendapatkan feed back dalam pengembangan berikutnya.

 

Mudah2an blog ini akan dapat secara menyeluruh membahas ke-17 perencanaan yang terdapat dalam project management plan. Sehingga diharapkan akan memberi manfaat yang berguna bagi seluruh pelaku konstruksi.

 

(Untuk berdiskusi dan konsultasi terkait permasalahan Project Management yang sedang dihadapi, silahkan klik – Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul posting, silahkan klik – Table of Content.)

Did you like this? Share it:
This entry was posted in Manajemen Integrasi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Project Management Plan Untuk Perusahaan Konstruksi

  1. Berliana Cahya Ningtias says:

    terima kasih atas infonya sangat membantu. saya mau nanya, dokumen apa saja ya yang biasanya dibuat oleh seorang project manager?dan apa yang sebaiknya dilakukan oleh project manager?

    • budisuanda says:

      Secara ideal, dokumen yg dibuat oleh project manager dan tim adalah semua knowledge area (14 item) management plan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>