Tragedi Tsunami Aceh 2004 dan Pelajarannya

Hari ini, 9 tahun lalu kisah memilukan ini terjadi. Ratusan ribu jiwa melayang akibat bencana terbesar abad ini. Mari kita ambil pelajaran mahalnya untuk perbaikan ke depan. Tulisan ini sumbangan untuk antisipasi potensi kejadian serupa dimasa yang akan datang.

 

Penyebab Tsunami Aceh

Tsunami Aceh adalah salah satu bencana alam yang dahsyat. Dengan korban sekitar 280.000 jiwa yang terjadi di berbagai negara, membuatnya menjadi salah satu bencana alam paling mematikan sepanjang sejarah.

 

Gambar situasi setelah terjadi tsunami Aceh 2004

 

Umumnya orang melihat bencana ini akibat dari gempa bumi yang terjadi 30 menit sebelum tsunami terjadi sebagaimana lazimnya tsunami di daerah lain. Namun ada juga yang punya pendapat lain, yaitu akibat bom nuklir. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam menilai penyebab tsunami Aceh 2004:

  1. Bukan Tsunami Pertama. Tsunami Aceh tahun 2004 bukanlah tsunami pertama kali menerjang Aceh. Sebelumnya ada tsunami aceh pernah terjadi tahun 1861 dan tahun 1907.
  2. Gelombang Gempa Bumi. Antara gelombang gempa bumi dengan gelombang gempa akibat Bom Atom terdapat perbedaan dalam bentuk gelombangnya. Pada gempa bumi dan tsunami aceh 2004, semua seismometer di seluruh dunia merekam gelombang gelombang gempa bumi (Gelombang P kompresi dan dilatasi) dan bukan gelombang bom atom (Gelombang P kompresi). Gelombang bom atom sumbernya berupa titik tapi gelombang gempa bumi sumbernya berupa bidang patahan/sesar/rekahan.
  3. Panjang Rekahan: Gempa bumi Aceh 2004 menyebabkan rekahan sepanjang lebih kurang 1600 Km yang menjadi sumber tsunami aceh, hal ini dapat dilihat dengan adanya pulau yang naik dan turun di sepanjang zona rekahan atau rupture.
  4. Ketiadaan Radiasi Nuklir: Apabila bom nuklir digunakan untuk membuat tsunami di Samudra Hindia, pasti saat ini masih ada sisa radiasi nuklir. Tapi nyatanya belum ada satupun peneliti yang mendeteksi radiasi nuklir (CMIIW). 
  5. Kawasan Tektonik Aktif: Secara tatanan tektonik, kita memang berada pada jalur tektonik aktif dimana lempeng Indo-Australia yang bergerak dengan kecepatan 5 Cm/tahun menumjam di bawah lempeng Eurasia. Kesimpulannya, Indonesia memang berpotensi tinggi mengalami gempa bumi.

 

Gambar historis lokasi gempa Indonesia

Ilmuwan menilai sumber gelombang mematikan itu jelas adalah gempa bumi Sumatera-Andaman 9,2, yang merupakan salah satu yang paling kuat dari yang pernah ada. Menurut beberapa studi terbaru, justru patahan jauh lebih kecil yang mengirim tembok air setinggi 100 kaki meluncur ke provinsi Aceh. Jika benar, penemuan itu akan menjelaskan apa yang benar-benar melahirkan bencana tahun 2004. Gempa terjadi akibat dari patahnya rekahan sepanjang 1.600 kilometer di mana lempeng tektonik India bertabrakan di bawah lempeng Sunda. Rekahan diperkirakan telah tergelincir 20-25 meter dalam waktu hampir seketika.

 

Gambar proses terjadinya tsunami

Gempa bumi ini terjadi ketika lempeng Hindia disubduksi oleh lempeng Burma dan menghasilkan serangkaian tsunami mematikan di pesisir sebagian besar daratan yang berbatasan dengan Samudra Hindia. Ini merupakan salah satu bencana alam paling mematikan sepanjang sejarah. Indonesia adalah negara yang terkena dampak paling besar, diikuti Sri Lanka, India, dan Thailand. Dengan kekuatan Mw 9,1–9,3, gempa ini merupakan yang terbesar ketiga yang pernah tercatat di seismograf dan memiliki durasi terlama sepanjang sejarah, sekitar 8,3 sampai 10 menit. Gempa tersebut mengakibatkan seluruh planet Bumi bergetar 1 sentimeter dan menciptakan beberapa gempa lainnya sampai wilayah Alaska. Episentrumnya berada di antara Simeulue dan daratan Sumatera.

 

Proses Terjadinya Tsunami

Proses terjadinya tsunami dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Gempa bawah laut merenggutkan massa besar air laut dalam satu hentakan kuat.
b. Gelombang balik air menerjang dengan kecepatan hingga 800 Km/jam
c. Mendekati pantai, gelombang melambat namun mendesak ke atas.
d. Gelombang menghempas ke daratan dan menghancurkan apapun di belakang pantai.

 

Gambar proses terjadinya tsunami

 

Pelajaran Mahal Dibalik Tsunami Aceh

Sejarah pahit Tsunami Aceh harus diambil hikmah dan pelajarannya. Berikut beberapa kesimpulan pelajaran yang dapat dipetik dari berbagai sumber yang dibagi menjadi preventive dan corrective actions:

A. Preventive Actions

  • Pentingnya sharing informasi dan komunikasi publik yang cepat, akurat dan tepat. Hal ini mendukung penyaluran bantuan yang terbuka dan tepat sasaran.
  • Faktor kepemimpinan dan peran para pemimpin untuk terjun langsung ke lapangan. Dengan kehadiran pemimpin dilapangan maka keputusan, arahan dan tindakan yang dijalankan akan tepat karena sesuai dengan situasi objektif yang ada di daerah bencana.
  • Peningkatan sistem peringatan bahaya gempa dan tsunami
  • Sosialisasi mengenai mitigasi bencana alam dan penanganannya secara luas termasuk pendidikan
  • Penetapan aturan bangunan yang lebih tahan gempa dan tsunami terutama bangunan di sekitar pantai.
  • Regulasi khusus terkait penanganan bencana alam.
  • Membangun escape building yang memadai di public area atau lokasi padat penduduk yang dapat dijangkau maksimum dalam 30 menit karena rata-rata jeda waktu gempa dan tsunami di Indonesia adalah 30 menit.

 

Gambar Escape Building



B. Corrective Action

  • Kecepatan dan ketepatan dalam pengelolaan bencana, mengedepankan sense of urgency.
  • Koordinasi pada seluruh tahapan penanggulangan, mulai respon tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.
  • Mekanisme pendanaan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi yang transparan, dan professional.
  • Membangun solidaritas dan kebersamaan untuk bangkit dari keterpurukan sebagai dampak dari bencana alam tersebut.
  • Dalam keadaan krisis dan darurat, semua pihak harus bertindak cepat serta tepat, dan menjalankan manajemen krisis.
  • Bersikap baik, terbuka terhadap semua bantuan dari mana pun, baik dalam maupun dari luar negeri untuk sebuah aksi kemanusiaan penyelamatan (kemanusiaan).
  • Pelaksanaan prioritas menyelamatkan lebih banyak lagi nyawa, dilanjutkan dengan memberikan pembekalan ulang, suplai kebutuhan pokok, kesehatan dan aksi-aksi tanggap darurat lainnya.

 

Sumbangan pelajaran secara khusus dari blog ini adalah mengenai design bangunan, sebagai bagian dari langkah preventive actions, yaitu:

  • Beberapa pedoman praktis yang diperkenalkan oleh para pakar, adalah: sisi panjang dari struktur bangunan sedapat mungkin diarahkan sejajar dengan arah penjalaran gelombang, sisi pendek dari struktur bangunan sejajar dengan garis pantai.
  • Shear wall atau lateral beacing ditempatkan searah dengan arah penjalaran gelombang tsunami.
  • Lantai terbawah dari struktur bangunan bertingkat dibuat terbuka total, dinding sisi bawah dibuat dari bahan yang mudah pecah, supaya gelombang tsunami dapat lewat dengan leluasa.
  • Pondasi bangunan bersifat menerus, karena memiliki ketahanan yang jauh lebih baik untuk menahan gerusan akibat arus gelombang tsunami.
  • Elevasi lantai dua atau atap dibuat lebih tinggi 1-2 m.
  • Bangunan harus direncanakan tahan gempa yang kemungkinan akan menerima beban gempa sebelum di datangi tsunami. Bangunan juga harus direncanakan adanya perhitungan ketahanan terhadap benturan benda keras (kapal, bangunan lepas pantai, rambu-rambu laut, dan sebagainya yang terbawa arus kecepatan sangat tinggi dari gelombang tsunami.
  • Disarankan untuk membuat semacam escape area berupa bagian rumah yang lebih tinggi (minimal atap lantai 2) yang dirancang kuat terhadap gempa dan arus air / lumpur tsunami. Escape area di tiap rumah ini minimal seluas jumlah penghuni rumah dalam m2 yang dilengkapi tangga escape yang akan menjadi tempat untuk menyelamatkan diri dari kejadian serupa. Lokasi disarankan di tengah sisi panjang rumah. Bagian ini haruslah dirancang lebih kuat dari bagian rumah lainnya.

Gambar contoh desain rumah tanah gempa

 

Referensi :

  • Wikipedia
  • H.A. Halim Hasmar (Dosen UII, Yogyakarta)
  • Ilmusipil.com
  • Berbagai referensi lainnya

 

(Untuk berdiskusi dan konsultasi terkait permasalahan Project Management yang sedang dihadapi, silahkan klik – Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul posting, silahkan klik – Table of Content.)
Did you like this? Share it:
This entry was posted in Manajemen Keselamatan, Manajemen Risiko, Riset, Inovasi & Teknologi and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Tragedi Tsunami Aceh 2004 dan Pelajarannya

  1. ghiats says:

    pada tanggal berapa kah acehh tsunami pada 2004?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>