Apa itu Critical Success Factors (CSFs) Bagi Proyek?

Critical Success Factors atau CSF’s adalah faktor atau variabel yang kritis bagi keberhasilan pelaksanaan proyek yang harus dikerjakan dimana tanpa adanya faktor tesebut maka proyek tidak akan sukses atau berhasil dalam mencapai target atau goal tertentu pada suatu proyek atau pekerjaan. CSF’s ini penting sekali untuk diidentifikasi sebelum proyek dimulai.

Dalam Wikipedia disebutkan definisi Critical Success Factor sebagai berikut:

Critical success factor (CSF) is the term for an element that is necessary for an organization or project to achieve its mission. It is a critical factor or activity required for ensuring the success of a company or an organization. The term was initially used in the world of data analysis, and business analysis.”

Critical success factors are those few things that must go well to ensure success for a manager or an organization, and, therefore, they represent those managerial or enterprise area, that must be given special and continual attention to bring about high performance. CSFs include issues vital to an organization’s current operating activities and to its future success.”

Konsep faktor sukses (success factors) dibangun oleh D. Ronald Daniel dari McKinsey & Company pada tahun 1961. Lalu dipertajam menjadi critical success factors oleh John F. Rockart antara tahun 1979-1981. Setelah itu konsep ini banyak digunakan pada berbagai bidang industri termasuk proyek.

Khusus pada proyek, setidaknya terdapat lima elemen yang menjadi perhatian dalam menentukan critical success factors (CSFs), yaitu:

  1. Project Manager. Dalam hal ini adalah syarat kompetensi khusus yang harus dimiliki oleh seorang project manager terkait karakteristik proyek yang dipimpinnya selain syarat kompetensi standart yang harus dimiliki dalam memimpin proyek.
  2. Team Proyek. Hampir serupa dengan project manager bahwa kompetensi inti atas tim proyek terkait dengan karakteristik proyek menjadi faktor kritis keberhasilan proyek. Namun tidak hanya kompetensi ini, tapi juga komunikasi dan kerjasama yang baik dalam tim proyek menjadi penting untuk diperhatikan.
  3. Proyek itu sendiri. Dalam hal ini adalah faktor-faktor yang menjadi sangat penting terkait dengan kondisi dan karakteristik atau jenis proyek yang akan dikerjakan. Tiap jenis proyek memiliki faktor kritis tertentu. Dimana tidak selalu sama tapi cenderung memiliki kekhasan tersendiri yang berbeda berdasarkan jenis proyeknya.
  4. Organisasi. Bentuk dukungan top manajemen adalah faktor kritis berdasarkan banyak hasil riset. Proyek hanya akan berhasil apabila project manajer dapat menjamin dukungan nyata senior manajer atau atasannya.
  5. Lingkungan External. Wujud lingkungan external adalah situasi politik, ekonomi, sosial-budaya, dan teknologi (PEST) dalam konteks proyek. Kondisi lain adalah faktor cuaca, dukungan pemerintah, kecelakaan kerja, klien diluar organisasi, kompetitor, dan beberapa yang lain mungkin juga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan sesuai kondisi proyek.

Cara sederhana memastikan CSFs setelah memperhatikan lima elemen di atas adalah dengan melakukan uji pertanyaan, “Apakah tanpa faktor ini proyek masih dapat sukses?”. Jika jawabannya adalah IYA, maka itu bukan faktor kritis. Namun jika jawabannya adalah TIDAK, maka itu berarti faktor kritis proyek.

CSFs sangat penting untuk diidentifikasi sebelum proyek dimulai agar dapat dilakukan persiapan sejak dini dalam mengelola faktor kritis tersebut. Proyek yang dilakukan tanpa ini, ibarat kapal yang berjalan tanpa peta bahaya karang, informasi cuaca buruk, arah dan kecepatan angin agar dapat memanfaatkan kondisi alam, dan lainnya sedemikian kapal akan banyak terombang-ambing di laut yang menyebabkannya menjadi sangat terlambat mencapai tujuan, kondisi rusak parah, atau menghabiskan begitu banyak bahan bakar dan persediaan. Secara sederhana, jika proyek dilaksanakan tanpa pengelolaan CSFs, maka sangat sulit untuk mencapai target BMW (Biaya, Mutu, Waktu).

 

(Untuk berdiskusi dan konsultasi terkait permasalahan Project Management yang sedang dihadapi, silahkan klik – Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul posting, silahkan klik – Table of Content.)
Did you like this? Share it:
This entry was posted in Leadership & Project Manager, Manajemen Proyek and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>