Faktor Penting Biaya Subkontraktor

Biaya subkontraktor merupakan komponen biaya proyek yang memiliki porsi yang paling besar yaitu sekitar 60%-70%. Dengan adanya risk transfer pada komponen biaya ini, membuatnya cukup terkendali dalam pelaksanaan. Namun jika tidak diiringi dengan perencanaan yang baik, maka penyimpangan biaya bisa sangat besar. Di komponen biaya ini, menuntut fokus pada perencanaan yang tinggi tanpa meninggalkan aspek pengendalian tentunya.

 

Bentuk subkontraktor pada dasarnya adalah yang paling ideal dalam menyederhanakan banyak proses manajemen proyek. Hal ini karena konsep subkontraktor akan menurunkan tingkat kompleksitas cukup signifikan, termasuk kompleksitas dalam hal manajemen biaya, mutu, dan waktu proyek. Sayangnya tidak semua pekerjaan dapat disubkontraktorkan dan belum tentu semua kontraktor mampu melaksanakan pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan.

Walaupun banyak manfaat manajemen proyek dengan aplikasi konsep subkontraktor, namun jika proses procurement tidak direncanakan dan tidak dieksekusi dengan baik, akan menyebabkan banyak klaim yang justru dalam jumlah cukup besar.

Untuk mengantisipasinya, perlu langkah perencanaan yang sangat baik yang disertai dengan sistem pengendalian yang tepat berdasarkan faktor penting biaya subkontraktor dan juga beberapa referensi dan pengalaman selama mengerjakan di proyek. Berikut adalah faktor pentingnya:

 

A.  Paket Pekerjaan

  • Ketepatan paket, jumlah, dan lingkupnya
  • Optimasi design
  • Rantai supply chain
  • Kualitas kejelasan data lelang atau paket pekerjaan.
  • Durasi persiapan paket pekerjaan dan momentum pengadaan.
  • Durasi pelaksanaan pekerjaan subkontraktor yang optimal

 

B.  Pemilihan Subkontraktor

  • Kepercayaan (Trust) dan pengalaman sebelumnya
  • Track record pengalaman subkontraktor dan tenaga ahli yang dimiliki
  • Rasio profitabilitas, dan kapasitas perusahaan subkontraktor
  • Load pekerjaan
  • Tingkat kompetisi

 

C.  Risiko dan Kontrak

  • Tingkat kompleksitas pekerjaan
  • Unsur ketidakpastian (uncertainty)
  • Ketepatan distribusi risiko
  • Kejelasan kondisi kontrak
  • Jenis kontrak
  • Kualitas kontrak
  • Asuransi atas risiko pekerjaan

 

D.  Pendanaan

  • Kondisi cashflow kontraktor
  • Kondisi cashflow atas term of payment
  • Nominal Fee administrasi bank dan tingkat suku bunga bank
  • Kepastian payment dan reputasi terkait kemampuan dan ketepatan pembayaran

 

E. Faktor Internal

  • Kemampuan negosiasi
  • Kelancaran birokrasi
  • Intervensi
  • Keterbukaan informasi dan kelancaran komunikasi
  • Sistem tender
  • Attitude dan kemampuan petugas procurement

 

F. Faktor Eksternal

  • Kestabilan kondisi sosial, politik, ekonomi dan keamanan
  • Praktik ekonomi yang merugikan seperti monopoli dan Kartel
  • Kondisi cuaca
  • Peraturan dan kebijakan pemerintah
  • Aturan atau kebiasaan lokal
(Untuk berdiskusi dan konsultasi terkait permasalahan Project Management yang sedang dihadapi, silahkan klik – Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul posting, silahkan klik – Table of Content.)
Did you like this? Share it:
This entry was posted in Manajemen Biaya and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Faktor Penting Biaya Subkontraktor

  1. Pingback: Rekomendasi Langkah Peningkatan Sistem Pengendalian Biaya Subkontraktor | Manajemen Proyek Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>