12 Solusi Keterlambatan Pekerjaan Sipil Pada Proyek EPC

Pada proyek EPC, pekerjaan sipil seringkali mengalami keterlambatan. Hal ini karena secara urut, design pekerjaan sipil adalah yang paling terakhir dilakukan setelah design pekerjaan lain selesai dilakukan. Design sipil hanya dapat dimulai jika telah mendapatkan input atas hasil design pekerjaan lain. Bagaimana mengatasinya?

 

Ini adalah suatu lesson learned atas pekerjaan proyek EPC dimana pekerjaan sipil merupakan pekerjaan yang hampir selalu mengalami keterlambatan. Penyebabnya seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa design pekerjaan sipil hanya dapat dilakukan setelah mendapatkan input data perhitungan dari design pekerjaan lainnya. Sebagai contoh adalah pekerjaan bangunan mesin. Design pekerjaan ini hanya dapat dilakukan setelah semua design mesin dan kelengkapannya selesai.

Memang tidak semuanya akan seperti itu. Ada juga design sipil yang bisa segera dimulai, tapi jumlahnya tidaklah banyak. Sebagian besar design sipil akan selalu menunggu selesainya proses design pekerjaan yang lain. Dampak keterlambatan ini tentu saja akan berdampak pada keterlambatan proyek secara keseluruhan.

Berdasarkan pengalaman dan pengamatan, berikut ini diberikan 12 solusi untuk mengurangi keterlambatan pekerjaan sipil akibat keterlambatan design sipil, yaitu:

  1. Benchmarking. Langkah ini adalah dengan menjadikan design bangunan sipil serupa yang pernah ada sebagai pedoman awal dalam memulai design pekerjaan sipil
  2. Pra-design. Langkah ini yaitu melakukan design pekerjaan sipil secara garis besar. Belum detil tapi sudah cukup sebagai awal dalam memulai proses procurement pekerjaan sipil.
  3. Melakukan percepatan design pekerjaan lainnya atau M/E yang dianggap kritis secara keseluruhan atau kritis bagi pekerjaan sipil. Ini dapat ditentukan berdasarkan analisis critical path method (CPM)
  4. Melakukan design pekerjaan sipil yang kritis terhadap waktu dengan menaikkan Safety factor berdasarkan pengalaman atau hasil evaluasi benchmarking
  5. Membuat data base design pekerjaan sipil pada bangunan sipil baik berupa calculation maupun drawing. Sehingga apabila ada bangunan serupa, maka proses melakukan design sipil akan jauh lebih cepat.
  6. Mendatangkan material pokok sipil dalam porsi tertentu sebagai upaya percepatan procurement. Tindakan ini dimaksudkan agar apabila design pekerjaan sipil telah selesai, maka proses pelaksanaan dapat segera dimulai tanpa menunggu proses procurement. Material pokok dapat berupa besi tulangan, tiang pancang, bekisting, batako, dll.
  7. Melakukan kontrak dengan vendor secara unit price baik untuk supply material maupun upah.
  8. Mencari informasi dan menjalin kerja sama dengan beberapa vendor lokal pilihan dalam jumlah yang cukup saat awal pelaksanaan. Hal ini akan berguna dalam melakukan percepatan pelaksanaan pekerjaan sipil.
  9. Mempercepat pekerjaan tanah dan pondasi. Hal ini karena pekerjaan tanah dan pondasi membutuhkan waktu yang cukup banyak. Pekerjaan ini juga akan rentan terlambat saat musim hujan. Sehingga percepatan harus dilaksanakan dan diselesaikan sebelum memasuki musim hujan.
  10. Mendesign pekerjaan sipil dengan memperhatikan ketersediaan material yang tersedia dipasaran.
  11. Memperbanyak resources engineer dan drafter saat memulai proses design pekerjaan sipil untuk mempercepat proses design.
  12. Memperbanyak resources tenaga dan alat untuk mempercepat proses pekerjaan sipil.

Langkah-langkah diatas rasanya cukup mudah untuk dilakukan. Sehingga diharapkan akan dapat menekan keterlambatan pekerjaan sipil yang sering terjadi. Semoga bermanfaat.

(Untuk berdiskusi dan konsultasi terkait permasalahan Project Management yang sedang dihadapi, silahkan klik – Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul posting, silahkan klik – Table of Content.)
Did you like this? Share it:
This entry was posted in Manajemen Kontraktor, Manajemen Pengadaan, Manajemen Waktu and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>