Apa itu Smart Project Efficiency Program?

Smart Project Efficiency (SPE) program adalah suatu rangkaian tindakan yang sistematis atas usaha-usaha proyek dalam mendapatkan biaya pelaksanaan proyek yang lebih rendah untuk meningkatkan performace biaya proyek dengan cara yang cerdas. Kata kunci “cara yang cerdas” disini adalah pembeda dengan langkah lainnya. Menjadi penting terutama bagi kontraktor yang sering melakukan efisiensi dengan cara yang kurang baik.

 

Ini adalah visi penulis setelah melihat berbagai kejadian dan peluang yang ada. Sebagai pelaku industri konstruksi, adalah wajar apabila menginginkan tambahan keuntungan karena ini juga terjadi pada industri yang lain. Namun pada kenyataannya, banyak proyek yang melakukan usaha untuk mendapatkan efisiensi dengan cara yang kurang baik, padahal disaat yang sama juga melewatkan begitu banyak peluang lain yang dapat dimanfaatkan.

Tindakan yang paling sering dilakukan oleh pelaku proyek adalah berusaha mendapatkan diskon yang sebesar2nya dari vendor. Padahal dalam setiap penawaran, sudah dipastikan bahwa vendor telah menyiapkan cadangan ditawar. Lalu karena kontrol proyek yang kurang baik dan faktor2 lainnya seperti biaya tambahan yang tidak diperkirakan, akhirnya keuntungan atas diskon tadi tergerus. Pelaku proyek mulai berfikir ke arah yang lain yang umumnya kurang baik seperti mengurangi material atau mengurangi kualitas material. Inilah lalu yang membelit ke arah hukum.

Perkembangan dunia konstruksi yang semakin kompetitif dan konflik resources yang semakin tinggi ditambah begitu banyaknya kasus hukum yang membelit membuat perusahaan konstruksi harus berfikir ulang atas konsep peningkatan profitabilitas. Smart Project Efficiency adalah salah satu solusi yang ditawarkan untuk mengatasi berbagai permasalahan tadi.

Smart Project Efficiency pada dasarnya adalah langkah-langkah untuk mendapatkan efisiensi biaya atas seluruh peluang yang belum atau sering terlewatkan oleh pelaku konstruksi atau dimanfaatkan tidak dengan optimal. Sehingga diperlukan pemikiran smart untuk mendapatkan dan mengelolanya. Beberapa contoh aplikasi atas smart project efficiency adalah sebagai berikut:

  • Aplikasi software optimasi waste besi (SOWB) yang dapat mengurangi waste besi tulangan dari kisaran 5-10% menjadi 0,5-2%.
  • Riset kurs untuk menentukan strategi financing dan risk manajemen proyek yang memiliki kandungan import tinggi. Tindakan ini mampu meminimalkan risiko hingga 50%
  • Pemanfaatan sisa besi tulangan sebagai penyokong tulangan seperti kaki ayam sehingga tidak perlu biaya tambahan membeli besi tulangan yang dikhususkan untuk penyokong rangkaian besi tulangan.
  • Penggunaan material aus pada bekisting multiplek. Dengan metode ini, maka hanya diperlukan jauh lebih sedikit multipleks untuk bekisting.
  • Interpolasi kedalaman tanah keras untuk menentukan modul tiang pancang paling efisien. Metode ini akan mengurangi waste sisa potongan tiang dalam jumlah yang sangat signifikan.
  • Pengecoran bored pile pada elevasi rencana dengan membuang sisa beton secara manual untuk menghilangkan item pemotongan kepala tiang yang mahal.
  • dan lain-lain

Terlihat pada beberapa contoh di atas, menghasilkan pengurangan biaya yang cukup signifikan dan sama sekali tidak mengurangi mutu dan tidak menyimpang. Memang perlu effort lebih, tapi itu wajar karena menghasilkan dampak efisiensi yang besar.

Smart project efficiency terbukti telah menghasilkan tambahan keuntungan yang tinggi pada beberapa proyek sejak program ini dicetuskan. Setidaknya, dengan cara ini telah mampu dengan signifikan mengurangi kerugian yang besar yang terjadi pada salah satu proyek yang dikerjakan. Ingat bahwa mengurangi kerugian karena faktor tertentu adalah juga suatu usaha efisiensi. Sedemikian penulis menangkap kesimpulan bahwa aplikasi konstruksi kita masih menyimpan peluang yang cukup besar.

Smart project efficiency merupakan tindakan efisiensi yang memperhatikan overall process dari proyek yang dilakukan pada awal fase proyek. Bagi owner, maka fase itu adalah fase konsep. Sedangkan bagi kontraktor, fase itu adalah fase perencanaan pelaksanaan proyek.

Untuk melakukannya, jelas dengan cara yang smart yaitu dengan metodologi yang baik dan dilakukan dengan kreatifitas yang tinggi. Disinilah problemnya bahwa metodologi yang lebih baik dan kreatifitas yang tinggi seperti menjadi hal yang sulit bagi pelaku konstruksi. Ini masalah klasik yang tentu harus kita perbaiki demi kemajuan dunia konstruksi kita.

 

 

Did you like this? Share it:
This entry was posted in Riset, Inovasi & Teknologi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>