Apa Saja yang Dapat Diteliti? (1)

Sejauh ini saya telah menuangkan banyak ide seputar dunia Manajemen Proyek. Sebagian ide tersebut merupakan ide sendiri yang didapatkan ketika menghadapi masalah-masalah pelaksanaan proyek. Saya sadar bahwa ide tersebut belumlah dapat dianggap benar. Tapi setidaknya saya sudah mencoba untuk memberanikan diri membuka wacana baru yang tentunya harus diuji. Begitulah ilmu pengetahuan, suatu fenomena akan menghasilkan hipotesis yang perlu diuji.

 

Sekali-waktu saya juga diminta untuk menjadi dosen tamu yang membimbing dan menguji skripsi mahasiswa suatu universitas negeri di Jakarta. Saya kadang mendapati mahasiswa kesulitan dalam mencari ide penelitian skripsi. Tak sedikit mahasiswa yang malah bingung dan kadang menurut saya sudah keluar jalur disiplin ilmu manajemen proyek. Seringpula saya dapatkan bahwa judul yang dipilih tidak memiliki kaitan atau kelanjutan atas penelitian sebelumnya. Sehingga penelitian-penelitian mereka sulit untuk dirangkum menjadi suatu kesimpulan yang baik. Semoga tulisan ini bisa membantu mahasiswa dalam melakukan penelitian yang berkualitas karena hasil penelitiannya akan sangat berguna bagi dunia manajemen proyek.

Setelah mereview sebagian judul tulisan saya selama ini baik yang murni dari pikiran saya maupun yang diambil dari referensi lain, saya simpulkan beberapa ide atau tema penelitian yang cukup menarik dan berguna sebagai berikut:

  1. Faktor kegagalan kontraktor. Ide ini dapat dibagi lebih spesifik terhadap obyek kontraktornya. Maksudnya jenis kontraktor seperti kontraktor gedung, kontraktor EPC, kontraktor BUMN, kontraktor swasta, kontraktor lokal, dan lain-lain. Penelitian ini sudah dilakukan di luar negri dan sudah cukup banyak. Sehingga tidak sulit untuk mendapatkan referensinya. Penelitian ini akan bermanfaat dalam rangka meningkatkan kemampuan kontraktor serta menjadi informasi bagi pemerintah dalam membuat kebijakan.
  2. Karakteristik project manager yang sukses. Ide ini diperlukan karena dalam pengamatan saya, sangat minim informasi mengenai hal ini untuk proyek di Indonesia. Tema ini dapat dibagi menjadi beberapa judul yang lebih spesifik terhadap jenis proyeknya yaitu proyek EPC, proyek konstruksi gedung, proyek konstruksi besar, dan lain-lain. Penelitian ini dapat berguna bagi kontraktor dalam mengembangkan SDM nya untuk dapat menjawab tantangan di masa yang akan datang dalam mengerjakan proyek.
  3. Tingkat aplikasi manajemen proyek yang telah dilakukan di proyek. Penelitian ini akan menjawab seberapa jauh pelaksanaan proyek telah mengaplikasikan manajemen proyek. Tujuannya tentu untuk sebagai bahan evaluasi dalam mengembangkan kemampuan pelaku proyek di Indonesia.
  4. Faktor-faktor yang membuat pelaku proyek belum menerapkan manajemen proyek secara penuh. Faktor ini akan berguna bagi perusahaan konstruksi dalam mengembangkan sistem pelaksanaan proyeknya dengan melihat faktor hambatan dalam aplikasi manajemen proyek.
  5. Pemetaan risiko-risiko yang berpeluang besar terjadi di proyek. Dimana pemetaan dapat dilakukan berdasarkan kriteria ukuran proyek, jenis proyek, durasi proyek, lokasi georgrafis proyek, lingkup pekerjaan proyek, kategori pemilik proyek, dan kriteria yang lainnya. Pemetaan ini akan sangat berguna bagi pelaku proyek dalam proses identifikasi risiko proyek secara cepat. Pelaku proyek tinggal melihat jenis atau kriteria proyek saja untuk mendapatkan risiko apa saja yang berpeluang terjadi nantinya untuk dipersiapkan analisisnya.
  6. Kajian aplikasi kontrak lump sum. Penelitian ini akan menunjukkan seberapa tingkat pemahaman pelaku proyek terhadap kontrak lump sum. Hasilnya bisa jadi bahan atau informasi dalam membuat detil kontrak lump sum di proyek dan bisa juga menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam mengevaluasi peraturan perundang-undangan terkait pelaksanaan proyek.
  7. Faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas perusahaan pelaku konstruksi. Penelitian ini bisa dibagi terhadap jenis pelaku konstruksi yaitu pemilik, penyedia jasa, supplier, subkontraktor, dan lainnya. Sejauh ini hanya diteliti secara parsial mengenai pengaruh suatu faktor terhadap profitabilitas perusahaan konstruksi. Penelitian dapat pula dibagi terhadap jenis proyek yang dikerjakan oleh pelaku konstruksi. Hasil penelitian ini akan sangat berguna bagi perusahaan konstruksi dalam meningkatkan profitabilitasnya.
  8. Tingkat biaya kualitas. Biaya ini dapat meliputi biaya perbaikan, reject, dan lainnya. Penelitian ini belum banyak yang melakukan. Hasil penelitian dapat menjadi bahan pertimbangan kontraktor dalam menetapkan risk contigency atas masalah kualitas yang terjadi. Bagi Owner dan konsultan, data ini bisa menjadi fokus mereka dalam mencermati item pekerjaan yang sering mengalami masalah kualitas.
  9. Faktor-faktor yang menyebabkan konflik di proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mendata faktor apa saja yang memicu konflik. Data tersebut dapat menjadi faktor yang harus diperhatikan oleh para pelaku proyek dalam merencanakan dan melaksanakan proyek agar proyek dapat berjalan lebih baik. Faktor-faktor tersebut ppada dasarnya telah banyak diketahui namun tidak pernah dituangkan dalam suatu bentuk tulisan atau penelitian. Akan baik sekali apabila dibuat tertulis dan dikembangkan. Dapat pula diteliti mengenai jenis konflik yang terjadi di proyek
  10. Strategi mengatasi konflik proyek. Setelah mendapatkan data mengenai faktor dan jenis konflik, maka dapat dilanjutkan dengan penelitian terhadap strategi dalam mengatasi konflik yang terjadi. Penelitian ini nantinya akan menjadi referensi pelaku proyek dalam mengatasi masalah konflik yang terjadi. Sehingga konflik akan dapat diatasi lebih baik dan cepat.
  11. Faktor-faktor penyebab keterlambatan proyek. Faktor ini juga telah banyak diketahui namun belum dirangkum dalam suatu tulisan yang lengkap. Penelitian akan masalah ini akan membantu dalam mengantisipasi keterlambatan pelaksanaan proyek.
  12. Strategi percepatan proyek. Penelitian ini akan menghasilkan sejumlah strategi dengan tingkat keberhasilan yang tinggi atas terjadinya keterlambatan proyek yang tentunya berdasarkan suatu kriteria keterlambatan dan proyek tertentu. Hasilnya akan berguna bagi pelaku proyek dalam mengatasi keterlambatan proyek yang terjadi.
  13. Kajian metode pelaksanaan candi borobudur. Ada beberapa referensi yang coba mengungkap metode pelaksanaan candi borobudur. Namun semuanya perlu dikaji ulang karena bersifat perkiraan sementara. Penelitian ini mungkin akan banyak mengungkap fakta yang sebelumnya belum diketahui, sehingga penelitian ini bisa jadi menarik.
  14. Faktor penyebab kerugian proyek. Penelitian ini pada dasarnya telah dilakukan secara implisit dan belum terintegrasi dengan baik. Adanya penelitian ini akan membantu pelaku proyek untuk lebih meningkatkan performa biaya proyek.
  15. Tingkat pemahaman manajemen proyek pada pelaku proyek. Penelitian ini beguna dalam pengembangan SDM pelaku proyek. Akan terlihat di knowledge manajemen proyek yang mana yang sangat kurang dipahami oleh pelaku proyek. Penelitian dapat dilakukan berdasarkan kategori pelaku proyek. Misalnya pemilik proyek pemerintah atau swasta, penyedia jasa BUMN atau swasta, atau bahkan konsultan perencana dan pengawas.
  16. Tingkat kesuksesan proyek terhadap aplikasi jenis kontrak pada berbagai jenis dan kondisi proyek. Penelitian ini rasanya belum pernah dilakukan. Padahal akan sangat beguna dalam penentuan jenis kontrak yang tepat sesuai jenis dan kondisi proyek.
  17. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan kualitas proyek. Hasil penelitian ini akan berguna dalam membuat sistem manajemen kualitas proyek. Penelitiannya belum banyak yang melakukan.
  18. Pendekatan perhitungan risk contigency. Saya cukup yakin bahwa risk contigency belum banyak yang memperhitungkannya dalam perencanaan proyek. Sehingga apabila ada, akan sangat membantu untuk mengantisipasi terjadinya risiko di proyek.
  19. Pendekatan perhitungan time contigency. Umumnya belum ada yang punya pendekatan atau rumus empiris mengenai masalah tersebut. Hasil penelitian akan berguna dalam antisipasi keterlambatan proyek.
  20. Hubungan antara berbagai kondisi dan jenis proyek terhadap waktu pelaksanaan aktual. Penelitian ini sudah dilakukan di luar negri tapi belum pernah ada di Indonesia. Penelitian ini dapat dilakukan secara parsial terhadap beberapa faktor yang mempengaruhi waktu pelaksanaan proyek seperti nilai kontrak, lokasi proyek, lingkup proyek, tingkat teknologi yang digunakan, ketersediaan dana, jenis proyek, bentuk bangunan proyek, dan faktor-faktor lainnya. Apabila semua faktor telah diteliti hubungannya dengan waktu pelaksanaan proyek, maka akan didapat suatu grafik hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi proyek dengan waktu pelaksanaan proyek. Hasilnya tentu akan berguna bagi semua pelaku konstruksi dalam memprediksi atau menentukan durasi pelaksanaan proyek.

 

 

Did you like this? Share it:
This entry was posted in Riset dan Problem Solving and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Apa Saja yang Dapat Diteliti? (1)

  1. NANANG SETIAWAN says:

    Saya coba aplikasikan dalam kegiatan planning
    Karen ada keterlibatanbanyak ahli.

    NANANG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>