Teknik Mengelola Kompleksitas Proyek : Proyek Dengan Durasi yang Panjang

Kompleksitas proyek bagaimanapun haruslah dapat dikelola atau managable. Bagaimana caranya? Terdapat begitu banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengelola kompleksitas proyek berdasarkan aspek atau parameter kompleksitasnya. Dalam tulisan ini akan dijelaskan secara khusus mengenai teknik mengelola kompleksitas proyek pada parameter durasi pelaksanaan proyek yang panjang.

 

Durasi proyek adalah salah satu aspek penting dalam menilai kompleksitas proyek. Proyek dengan durasi yang panjang berarti memiliki kompleksitas yang tinggi. Proyek dengan kriteria seperti ini tentu membutuhkan teknik khusus agar dapat dikendalikan atau dikelola dengan baik. Proyek dengan durasi yang panjang biasanya menyebabkan keraguan atas target biaya dan waktu. Hal ini beralasan karena pada proyek yang panjang, akan tersedia begitu banyak peluang kejadian yang bisa berdampak pada biaya dan waktu pelaksanaan.

Beberapa teknik yang dapat digunakan beserta aplikasinya di lapangan adalah sebagai berikut:

Evolutionary development : Pengembangan secara terus menerus yang bersifat revolusioner. Bentuk aplikasinya dapat berupa memberikan solusi sebagai tambahan lesson learned proyek.

Time and Cost Management : Manajemen waktu dan biaya yang memadai sebagai tindakan atas keraguan pengendalian waktu dan biaya pada proyek berkarakteristik durasi yang panjang. Bentuk aplikasi yang bisa dilakukan adalah penggunaan proses yang teliti dan akurat untuk tracking progress pelaksanaan dan pengendalian target.

Rapid Application development : Pengembangan aplikasi yang cepat. Bentuk aplikasi di lapangan adalah  jika persyaratan telah dipahami dan lingkup telah ada, RAD mempersingkat pengembangan perjalanan waktu pelaksanaan melalui test tambahan dan perbaikan defect yang segera.

Progressive Elaboration and Rolling Wave Planning : bentuk aplikasi di lapangan adalah memulai proyek dengan mendefinisikan cukup persyaratan dan aktifitas konsep design secara detail, dan mendefinisikan fase lainnya pada bagian kesimpulan.

Multiple Estimating Methods : Membuat suatu WBS. Perkirakan waktu dan biaya berdasarkan aktifitas terendah dalam WBS. (bottom-up estimating)

Attention to Team composition and Process : Aplikasinya dengan merayakan kesuksesan proyek atas milestone kunci untuk menjaga motivasi dan secara terus menerus menyampaikan hasil lesson learned kepada anggota tim.

Lean development techniques : bentuk aplikasinya adalah dengan tidak menerapkan suatu praktik yang terlalu teliti dari yang diperlukan.

Control gate reviews ; State-gate management : bentuk aplikasinya adalah setelah menyelesaikan masing-masing fase proyek utama, laksanakan review kualitas atas hasil dan tentukan lesson learned, update biaya, schedule dan batasan lingkup pada sisa fase proyek yang ada, menyatukan lesson learned, memeriksa kembali dan update business case. Buatlah rekomendasi kepada manajemen tentang investasi lanjutan pada proyek.

Real Risk management : bentuk aplikasinya adalah dengan membuat rencana manajemen proyek di awal, lalu direview setiap bulan termasuk kemungkinan adanya tambahan risiko yang tertangkap oleh anggota tim, periksa kembali rencana penanganan risiko sesuai kondisi yang berkembang di proyek.

 

 

Referensi : “Introduction the Project Complexity Model, A new Approach to Diagnosing and Managing Projects” by Kathleen B. Hass, PMP, Published in PM World Today – August 2007, Vol. IX, Issue VIII.

Did you like this? Share it:
This entry was posted in Manajemen Proyek and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>